Penyerahan bantuan MPR untuk korban bencana di Aceh. Foto: Istimewa.
MPR Kawal Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Arga Sumantri • 11 February 2026 18:33
Banda Aceh: Pimpinan MPR melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir dan longsor di delapan kabupaten di Aceh. Bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengungkapkan masih terasa duka mendalam atas musibah yang merenggut banyak korban jiwa. Musibah banjir bandang dan longsor juga mengakibatkan kerusakan luas terhadap rumah, fasilitas umum, dan sumber penghidupan masyarakat.
"Namun kini, yang kita jaga adalah semangat menyambut asa untuk bangkit, bersatu, dan bekerja keras membangun kembali Aceh yang kuat, aman, dan lebih tangguh menghadapi masa depan," ungkap Ibas dalam keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa pemulihan bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan, kepercayaan diri masyarakat. Sekaligus, memastikan setiap keluarga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak dan bermartabat.
Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang kehilangan rumah, lahan, serta sumber penghidupan akibat bencana. Menurutnya, kehilangan akibat bencana bukan hanya persoalan material, tetapi juga luka batin yang membutuhkan pemulihan secara manusiawi.
"Negara wajib memastikan pemulihan berjalan secara adil, manusiawi, dan menghormati martabat korban bencana," tegas Ibas.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bangkit bersama, menjadikan bencana sebagai momentum memperkuat sistem mitigasi dan pembangunan berkelanjutan ke depan.
"Pemulihan bukan sekadar membangun ulang rumah, tetapi membangun kembali harapan, kepercayaan, serta masa depan anak-anak Aceh yang lebih terlindungi," ungkap Ibas.

Ilustrasi huntara. Istimewa.
Kolaborasi nasional untuk percepatan pemulihan
Ketua MPR Ahmad Muzani menjelaskan kunjungan delegasi pimpinan MPR ke Aceh merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), yang melaporkan dampak banjir bandang dan longsor yang sangat parah. Kunjungan ini bertujuan memastikan proses pemulihan berjalan baik."Beliau (Mualem) menyampaikan berbagai kebutuhan untuk pemulihan pascabencana. Kedatangan kami ke Aceh ini adalah untuk menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan," kata Muzani.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah melaporkan ada sekitar 17 ribu kepala keluarga (KK) yang mengungsi. "Lebih kurang 69 atau 70 ribu jiwa pengungsi," kata Fadhlullah.
Ia juga menyampaikan bahwa bencana mengakibatkan kerusakan luas pada fasilitas pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, dayah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur dan sektor ekonomi masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pemerintah pusat juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Khususnya, di wilayah Aceh yang masih membutuhkan perhatian khusus.
Komitmen dukungan penuh pemulihan
MPR menegaskan komitmen memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pemulihan Aceh, sekaligus mengapresiasi kerja keras Kepala Satgas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergerak cepat dalam penanganan bencana.Sebagai bentuk solidaritas kebangsaan, MPR juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket perlengkapan ibadah untuk membantu masyarakat terdampak dalam menghadapi masa pemulihan sekaligus menyambut ramadan.