Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Didominasi Pengusaha dan Anak Muda, Bank Saqu Catat 3,2 Juta Nasabah
Eko Nordiansyah • 15 February 2026 12:58
Jakarta: PT Bank Saqu Indonesia mencatat jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,2 juta, dengan sekitar 40 persen berasal dari solopreneur dan generasi produktif pada 2025. Kedua segmen ini menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.
Bank Saqu memiliki Sunrise Society yang telah menjangkau 1.200 peserta dan menggandeng 56 komunitas aktif. Konsistensi membangun engagement berbasis komunitas ini karena Bank Saqu menargetkan generasi produktif dan solopreneur sebagai motor pertumbuhan.
“Melalui Bank Saqu Sunrise Society, kami membangun engagement berbasis nilai yang relevan dengan segmen nasabah produktif yang menjadi fokus pertumbuhan Bank Saqu,” ujar Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu Willy Apriando dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Februari 2026.
Bank Saqu kembali menghadirkan Sunrise Society Vol.4: The Circle, melalui konsep One Loop, Two Movements: Run & Ride pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari komunitas lari, komunitas sepeda, nasabah, serta karyawan Bank Saqu.
“Mengusung semangat New Year, New Habits, New Community, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Saqu dalam membangun budaya Active Lifestyle sebagai fondasi kesehatan fisik dan finansial jangka panjang,” kata dia.
Baca Juga :
Libur Imlek 2026, Ini Jadwal Buka Cabang BCA

(Bank Saqu kembali menghadirkan Sunrise Society Vol.4: The Circle. Foto: Dok istimewa)
Relevansi pertumbuhan nasabah Bank Saqu
Interaksi komunitas ini tidak hanya meningkatkan brand engagement, tetapi juga mendorong akuisisi dan aktivasi produk secara organik. Bank Saqu melihat, keterlibatan berbasis gaya hidup (lifestyle) menciptakan hubungan yang lebih kuat dibandingkan pendekatan promosi konvensional.“Konsep One Loop, Two Movements yang mempertemukan lari dan bersepeda dalam satu lintasan menjadi simbol kolaborasi lintas komunitas, sebuah refleksi dari bagaimana ekosistem dibangun melalui kebersamaan dan konsistensi,” ungkapnya.
Willy mengungkapkan, Bank Saqu meyakini gaya hidup aktif dan kebiasaan finansial saling berkaitan. Menurutnya, disiplin dalam membangun rutinitas sehat memiliki prinsip yang sama dengan membangun ketahanan finansial, dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Ke depan, ia menyebut, Bank Saqu akan terus mengembangkan Sunrise Society sebagai platform gaya hidup aktif. Willy menjelaskan, program ini mengajak masyarakat memulai hari dengan bergerak, membangun koneksi, dan menumbuhkan semangat hidup yang lebih produktif.
“Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat relevansi Bank di tengah generasi produktif yang mengedepankan keseimbangan hidup dan finansial,” kata dia.