Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Episentrum Ekonomi Syariah Global
Ade Hapsari Lestarini • 12 February 2026 11:11
Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia seiring besarnya populasi Muslim, stabilitas nasional, serta kekayaan sumber daya yang dimiliki.
Optimisme tersebut disampaikan dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 yang menyoroti penguatan peran Indonesia dalam ekonomi syariah di tingkat global.
Menurut Nasaruddin, sekitar seperlima populasi Muslim dunia berada di Indonesia, sehingga memberikan fondasi pasar sekaligus produksi yang kuat bagi pengembangan ekonomi syariah. Selain itu, kondisi politik yang stabil dan potensi sumber daya alam dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia untuk melangkah lebih jauh dari sekadar memenuhi pasar domestik.
Ia menekankan, berbagai capaian ekonomi syariah nasional selama ini masih berfokus pada penggarapan pasar dalam negeri. Padahal, peluang ekspansi ke pasar internasional terbuka lebar, terutama melalui industri fesyen muslim, kosmetik halal, hingga produk farmasi berbasis halal yang telah mulai dikenal di sejumlah pusat perdagangan global.
“Kalau produk kita diimbangi dengan kualitasnya, daya tahannya, maka saya kira Indonesia itu akan menjadi episentrum perekonomian syariah modern,” ujar Nasaruddin.
.jpeg)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Peningkatan kualitas produk ekspor menjadi tantangan utama
Meski demikian, peningkatan kualitas produk ekspor menjadi tantangan utama yang harus segera dijawab. Nasaruddin menilai sentuhan estetika produk Indonesia telah mendapat apresiasi di berbagai negara, namun standar mutu dan daya saing global masih perlu diperkuat agar mampu menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
Penguatan kualitas tersebut, lanjutnya, perlu dibarengi sinergi antara kalangan akademisi, pelaku industri, serta pemangku kebijakan agar transformasi ekonomi syariah tidak berhenti pada potensi, melainkan berujung pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dengan dukungan ekosistem yang dinilai semakin matang, Indonesia dipandang memiliki momentum strategis untuk bertransformasi dari pasar besar ekonomi syariah menjadi pemain utama di tingkat global.
(Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com