Warga melintasi salah satu jalan utama saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika
Warga Kalteng Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Silvana Febiari • 30 December 2025 16:31
Palangka Raya: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya mengimbau warga mewaspadai potensi hujan lebat. Imbauan ini berlaku selama tiga hari ke depan, disertai kemungkinan angin kencang.
"Kami mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya Chandra Mukti Wijaya, dikutip dari Antara, Selasa, 30 Desember 2025.
Wilayah Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng diminta mewaspadai dampak bencana akibat hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Beberapa potensi bahaya yang perlu diantisipasi antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Chandra menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB). "Gelombang Rossby Ekuator yang secara spasial terpantau aktif di wilayah Kalimantan bagian selatan yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," jelasnya.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.
"Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng," ujarnya.

Warga melintasi jalan raya di saat hujan mengguyur Kota Palangka Raya. ANTARA/Rendhik Andika
Pertumbuhan awan CB yang tampak gelap merupakan tanda potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir. Jika warga melihat fenomena ini, maka diimbau segera waspada dan mencari tempat berteduh yang aman, namun tidak berada di bawah pohon.
Umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Timur menuju Barat Daya kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 km/jam.
"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," tuturnya.
Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.
"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Chandra.
Pihaknya secara berkala selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana. Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.