Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa Kunjungi Indonesia, Hadirkan Dharma Teaching & Empowerment Januari 2026

Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal Januari 2026. (Foto: Dok)

Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa Kunjungi Indonesia, Hadirkan Dharma Teaching & Empowerment Januari 2026

Patrick Pinaria • 3 January 2026 14:45

Jakarta: Guru Vajradhara His Holiness the 12th Chamgon Kenting Taisitupa atau Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal Januari 2026. Rencananya, tokoh Buddhis dari tradisi Karma Kagyu tersebut akan tiba pada Selasa, 6 Januari 2026.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dharma Teaching & Empowerment yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bersama Palpung Indonesia di sejumlah lokasi di Indonesia. Agenda ini ditujukan untuk memberikan pengajaran Dharma dan pemberdayaan spiritual kepada umat Buddha serta masyarakat luas.

Salah satu kegiatan utama akan berlangsung di Graha Palpung Padmasambhava, Magelang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 11 Januari 2026. Pada Kamis, 8 Januari 2026, agenda akan diawali dengan Grand Invocation and Consecration Ceremony. 

Selanjutnya, pada 9-10 Januari 2026, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa akan menyampaikan Dharma Teaching yang berfokus pada kebijaksanaan dan makna kehidupan. Rangkaian kegiatan di Magelang akan ditutup pada 11 Januari 2026 dengan sesi Buddha Maitreya Empowerment.

Selain di Magelang, rangkaian Dharma Teaching juga dijadwalkan berlangsung di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta. Kegiatan di Jakarta akan digelar pada 16-17 Januari 2026 dengan tema ajaran Dharma tentang cinta kasih dan welas asih, serta dilanjutkan pada 18 Januari 2026 dengan sesi Avalokiteshvara Empowerment.

H.H. The 12th Chamgon Kenting Taisitupa merupakan salah satu guru utama dalam tradisi Buddhisme Tibet aliran Karma Kagyu. Ia dikenal sebagai murid dekat Y.M. Gyalwang Karmapa ke-16 Rigpe Dorje, serta kemudian menjadi guru utama bagi Y.M. Gyalwang Karmapa ke-17, Orgyen Trinley Dorje.

Ia lahir pada 1954 di Derge, wilayah Kham, Tibet, dengan nama Pema Donyo Nyingche Wangpo. Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa diakui sebagai emanasi Buddha Maitreya, sesuai dengan ramalan Y.M. Gyalwang Karmapa ke-16. Sejak usia dini, ia telah menunjukkan pengenalan yang jelas terhadap murid dan pengikut pendahulunya, Y.M. Taisitupa Rinpoche ke-11.
 


Pada usia empat tahun, ia dibawa ke Biara Palpung di Tibet dan sekitar 18 bulan kemudian dinobatkan secara resmi oleh Y.M. Gyalwang Karmapa ke-16. Selanjutnya, pada usia lima tahun, ia melanjutkan pendidikan spiritual di Biara Tsurphu, Tibet, dan terlibat dalam pelaksanaan Upacara Mahkota Vajra Merah di bawah bimbingan para guru besar Karma Kagyu.

Situasi politik di Tibet yang memburuk pada awal 1960-an membuat Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa harus meninggalkan Tibet dan menjalani pengasingan bersama Y.M. Gyalwang Karmapa ke-16. Dalam masa pengasingan tersebut, ia menerima pendidikan dan pelatihan formal dari sejumlah guru besar Buddhisme Tibet, termasuk Dilgo Khyentse Rinpoche.

Dalam perjalanannya sebagai pemimpin spiritual, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa memegang peran penting dalam pengembangan dan pelestarian ajaran Karma Kagyu. Pada 1975, ia mendirikan Biara Palpung Sherab Ling di Himachal Pradesh, India, yang hingga kini menjadi pusat pendidikan dan pelatihan Buddhis bagi para biksu dan praktisi dari berbagai negara.

Sejak dekade 1980-an, ia aktif berkeliling dunia menyampaikan ajaran Dharma dan meditasi Buddhis. Pada 1983, ia mendirikan Institut Maitreya sebagai forum dialog lintas agama yang bersifat non-sektarian. Kontribusinya juga tercatat dalam berbagai inisiatif perdamaian dunia, termasuk memimpin Ziarah Perdamaian Aktif pada 1989.

Peran penting Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa juga terlihat dalam penemuan dan penobatan reinkarnasi Y.M. Gyalwang Karmapa ke-17 pada 1992, yang kemudian dikukuhkan oleh Y.M. Dalai Lama. Pada 2005, ia mewariskan seluruh ajaran silsilah Mahamudra kepada Y.M. Gyalwang Karmapa ke-17.

Hingga kini, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa terus berkeliling dunia memberikan pembabaran Dharma, abhiseka, serta pengajaran Mahamudra jangka panjang. Selain sebagai pemimpin spiritual, ia juga dikenal sebagai cendekiawan, penulis, seniman, serta tokoh dialog lintas agama yang konsisten mengedepankan nilai welas asih dan perdamaian.

Masyarakat yang berminat mengikuti rangkaian Dharma Teaching & Empowerment tersebut dapat melakukan pendaftaran secara daring. Mengingat keterbatasan kapasitas di setiap lokasi, peserta disarankan untuk melakukan registrasi lebih awal melalui link https://bit.ly/dharmateach.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)