Barang-barang yang diamankan oleh kepolisian dalam kasus ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang pada Selasa, 14 Juli 2026. ANTARA/HO-Densus 88 Antiteror Polri
Polda Sumbar Tegaskan Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang Bukan Terorisme
Silvana Febiari • 16 July 2026 10:59
Padang: Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) menegaskan ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang tidak berkaitan dengan jaringan terorisme. Polisi masih mendalami motif dan latar belakang terduga pelaku berinisial R dalam kasus yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati mengatakan penyidik masih fokus mengungkap alasan pelaku melakukan aksi tersebut serta proses pembuatan bom rakitan.
"Perlu kami tegaskan, ini tidak ada hubungannya dengan jaringan terorisme. Ini murni karena korban bullying dari teman-teman sekelasnya," kata Susmelawati di Padang, Kamis, 16 Juli 2026.
Polda Sumbar telah memeriksa tujuh saksi terkait kasus tersebut. Mereka terdiri atas guru, satpam sekolah, dan terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan di Polresta Padang.
Susmelawati menyebut pemeriksaan terhadap R masih dilakukan dengan pendampingan. Polisi mendalami motif pelaku serta bagaimana bom rakitan tersebut dibuat.
"Pemeriksaan masih terkait dengan kenapa melakukan hal tersebut, kemudian apa penyebab terlapor melakukan hal tersebut dan bagaimana cara dia membuat bom rakitan tersebut," ujarnya.
Kepada penyidik, R mengaku mempelajari cara merakit bom melalui internet, termasuk dari sejumlah platform digital. Polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan fakta hukum dalam kasus tersebut.
"Terkait tindak pidananya, kita tunggu pemeriksaan lebih lanjut di Polresta," ucap Susmelawati.

Ilustrasi: Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat, Selasa, 14 Juli 2026. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga mengamankan 19 item barang bukti berupa bahan dan alat yang diduga digunakan untuk membuat bom rakitan. Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan di Markas Brimob Polda Sumbar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari 19 barang bukti tersebut, terdapat tiga benda yang diduga merupakan bom rakitan yang belum sempat meledak. Sementara satu bom lainnya telah meledak di lingkungan sekolah, namun kejadian itu tidak menyebabkan korban jiwa. (Endi Oktaria)