Banjir dan Longsor Terjang Sangihe, Dua Jembatan Putus

Warga membersihkan material longsor yang menutupi bangunan rumah akibat tanah longsor di Kecamatan Tamako. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Banjir dan Longsor Terjang Sangihe, Dua Jembatan Putus

Lukman Diah Sari • 22 July 2026 23:25

Manado: Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kampung Binala dan Kampung Lelipang, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Bencana itu menyebabkan dua jembatan putus.

Sebagaimana informasi dari Koramil Tamako, bencana banjir dan tanah longsor terjadi pukul 08.00 Wita, kata Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado, Rabu, 22 Juli 2026, melansir Antara.

Selain dua jembatan putus, banjir dan tanah longsor juga menyebabkan dua rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan.

Rumah Keluarga Hiwoiang-Daud (rusak berat) dan rumah Keluarga Manikome-Lumahedo (rusak ringan), sebut Nuriadin.

Beberapa langkah sudah dilakukan untuk penanganan banjir dan tanah longsor di dua kampung tersebut, yaitu memerintahkan Babinsa untuk mengecek tempat terjadinya bencana alam tanah longsor dan rumah tergenang air.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat, membantu membersihkan material longsor dan mengungsikan barang, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Dandim 1301/Sangihe.
class=big_center
Warga membersihkan material longsor yang menutupi bangunan rumah akibat tanah longsor di Kecamatan Tamako. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Nuriadin menambahkan, saat ini masyarakat yang terdampak bencana diungsikan ke Gedung Pertanian di Kampung Lelipang, sementara untuk intensitas curah hujan sudah mulai menurun.

Dari hasil analisa, terjadinya tanah longsor dan banjir diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi sejak malam hari, ujarnya.

(Lukman Diah Sari)