Homecoming Festival IKA Unpad: Perkuat Peran Alumni, Bidik Target Unpad Top 300 Dunia pada 2029

Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menegaskan komitmen mendukung Universitas Padjadjaran (Unpad) mencapai target masuk 300 universitas terbaik dunia pada 2029 sekaligus memperluas kontribusi alumni kepada masyarakat (Foto:Dok.IKA Upad)

Homecoming Festival IKA Unpad: Perkuat Peran Alumni, Bidik Target Unpad Top 300 Dunia pada 2029

Rosa Anggreati • 21 September 2026 12:31

Sumedang: Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menegaskan komitmennya untuk mendukung Universitas Padjadjaran (Unpad) mencapai target masuk 300 universitas terbaik dunia pada 2029 sekaligus memperluas kontribusi alumni kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Kick Off Homecoming Festival IKA Unpad 2026 di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-69 Unpad yang berlangsung sepanjang hari.

Pembukaan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang merupakan alumni Unpad. Kehadiran keduanya turut menandai keterkaitan Jatinangor dan Bandung dengan perjalanan Unpad sebagai lokasi kampus serta bagian dari sejarah perkembangan universitas.

Bagi IKA Unpad, dukungan alumni terhadap almamater memiliki dua dimensi yang tidak terpisahkan. Alumni dapat menjadi mitra universitas dalam memperkuat riset, jejaring, kemitraan, reputasi, dan daya saing menuju target Top 300 dunia pada 2029. Namun kemajuan tersebut harus bermuara pada sesuatu yang lebih besar: semakin luasnya manfaat ilmu pengetahuan, jejaring, dan sumber daya universitas serta alumni bagi masyarakat.
 


Dengan kata lain, prestasi global Unpad bukan tujuan akhir; kekuatan universitas dan alumninya harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K), M.Kes., Ph.D. mengatakan, pencapaian universitas berkelas dunia membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem Unpad, termasuk alumni yang kini berkarya di berbagai sektor. 

“Target menjadi bagian dari 300 universitas terbaik dunia tentu penting karena menunjukkan kualitas dan daya saing Unpad. Tetapi ukuran keberhasilan universitas pada akhirnya tidak hanya terletak pada peringkat. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana pendidikan, riset, inovasi, dan sumber daya yang kita miliki mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk itu, kita membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat dengan alumni dan seluruh mitra Unpad,” ujar Prof. Arief.


Alumni sebagai Mitra Strategis


Ketua Umum IKA Unpad sekaligus Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E. Ak., M.Si. menegaskan bahwa homecoming tidak seharusnya berhenti pada reuni atau nostalgia. Kepulangan alumni justru menjadi kesempatan untuk kembali melihat kebutuhan almamater dan masyarakat, lalu menentukan kontribusi apa yang dapat dikerjakan bersama.

“Homecoming bukan titik akhir ketika alumni berhasil kembali ke kampus. Justru ini menjadi titik awal untuk bertanya: apa lagi yang bisa kita kerjakan bersama? Alumni Unpad memiliki pengalaman, pengetahuan, jejaring, dan sumber daya yang sangat besar. Tantangan kita adalah bagaimana seluruh potensi tersebut semakin terkoneksi dengan kebutuhan universitas dan, yang paling penting, kebutuhan masyarakat,” ujar Ferry.


Kick Off Homecoming Festival IKA Unpad 2026 diwarnai pelepasan balon udara (Foto:Dok.IKA Unpad)

Semangat tersebut tercermin dari keberadaan alumni Unpad di berbagai bidang, termasuk pemerintahan. Bagi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, kedekatan antara kampus dan masyarakat penting agar pengetahuan yang berkembang di universitas dapat bertransformasi menjadi solusi nyata. 

“Kampus memiliki pengetahuan dan riset, sementara masyarakat memiliki persoalan nyata yang harus dijawab. Alumni dapat menjadi salah satu penghubung keduanya. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, alumni, dan masyarakat membuka banyak kemungkinan agar ilmu pengetahuan tidak berhenti di kampus, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Dony.

Hal senada disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Menurutnya, perjalanan alumni setelah meninggalkan kampus justru memperluas ruang pengabdian almamater. 

“Ketika alumni bekerja di pemerintahan, membangun bisnis, menjadi profesional, pendidik, atau bergerak di komunitas, nilai dan pengetahuan yang diperoleh dari kampus ikut hadir di sana. Oleh karena itu, semakin kuat hubungan alumni dengan universitas, semakin banyak pula ruang kolaborasi yang dapat dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Farhan.


Ragam Cara Berkontribusi


Homecoming Festival juga ingin memperluas cara pandang mengenai kontribusi alumni. Dukungan tidak selalu berbentuk finansial, tetapi dapat hadir melalui pengetahuan, mentoring, jejaring, pengalaman profesional, akses terhadap kesempatan, hingga kemampuan menyampaikan ilmu kepada masyarakat.

Ira Mirawati selaku alumni dan dosen Fikom Unpad sekaligus kreator konten, melihat generasi alumni yang lebih muda memiliki semakin banyak cara untuk mengambil bagian. 
 
“Hari ini seseorang bisa memberi manfaat dengan banyak cara. Alumni bisa berbagi pengalaman kepada mahasiswa, membuka akses magang dan pekerjaan, menjadi mentor, membangun kolaborasi, atau membagikan pengetahuan melalui ruang digital. Yang penting adalah bagaimana kita tetap merasa terhubung dan menyadari bahwa sekecil apa pun kontribusi kita dapat menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar,” kata Ira.

Pertemuan berbagai bentuk pengabdian tersebut menjadi salah satu semangat Homecoming Festival: alumni senior membawa pengalaman dan jejaring yang telah dibangun selama puluhan tahun, sementara generasi lebih muda hadir dengan perspektif, teknologi, dan cara baru dalam menciptakan dampak.

Semangat kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan dari BNI sebagai sponsor utama Homecoming Festival IKA Unpad 2026 dan Jatinangor Music Fest. Bagi BNI, dukungan terhadap festival bukan semata-mata bentuk sponsorship, tetapi kesempatan untuk menjadi bagian dari ruang pertemuan yang menghubungkan kampus, alumni, masyarakat, serta berbagai potensi kolaborasi di dalamnya.

“BNI ingin hadir tidak hanya sebagai mitra transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas generasi muda. Melalui dukungan layanan digital dan pembayaran, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pengunjung sekaligus membantu tenant menjalankan aktivitas usahanya selama festival," tutur Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo..


Dari Alumni Garden hingga Jatinangor Music Fest


Kick Off pada pagi hari membuka perjalanan Homecoming Festival IKA Unpad 2026 yang berlangsung sepanjang hari di Kampus Unpad Jatinangor. Alumni, mahasiswa, dan masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Penanaman dan Adopsi Pohon di Alumni Garden, Career Talk, Pentas Seni, Bazar UMKM dan Unit Usaha Unpad, Kampus Kompas TV, Mobile Legends Competition, hingga Golf Friendly Match. Sejumlah kegiatan juga diarahkan untuk mendukung Green Campus, Dana Abadi Unpad, pengembangan UMKM, serta membuka ruang donasi alumni bagi berbagai kegiatan sosial.

Rangkaian Homecoming Festival kemudian dipungkasi Jatinangor Music Fest yang menghadirkan Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya. Hiburan menjadi bagian dari perayaan, tetapi bukan satu-satunya tujuan festival.

“Mengusung semangat 'Pulang ke Jatinangor, Pulang ke Jati Diri,' Homecoming Festival IKA Unpad 2026 ingin menjadikan kepulangan sebagai momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menentukan apa yang ingin dikerjakan bersama ke depan. Karena pada akhirnya, pulang ke almamater bukan hanya tentang mengingat apa yang pernah diterima, tetapi juga memutuskan apa yang dapat diberikan kembali,” kata Ferry Juliantono.

(Rosa Anggreati)