Maskapai Mahan Air. (Mehr News Agency)
AS Larang Penerbangan Iran, Ini 27 Maskapai yang Disanksi
Riza Aslam Khaeron • 24 September 2026 20:37
Jakarta: Memasuki hampir tujuh bulan perang Iran yang dimulai Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu, pihak AS kembali memperketat sanksi untuk melumpuhkan perekonomian Iran yang telah terpuruk.
Setelah berupaya mengisolasi Iran dari jalur laut melalui pemblokiran maritim di Selat Hormuz, AS kini mencoba mengisolasi Iran dari jalur udara melalui perluasan kebijakan Operation Economic Outcast yang diumumkan pada Senin, 21 September 2026.
Melalui sanksi ini, Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS menargetkan 36 entitas yang dituduh mendukung sektor penerbangan Iran. Sektor tersebut dituduh dimanfaatkan oleh rezim Iran untuk memindahkan senjata, personel, dan kargo ilegal.
Sanksi ini berlaku secara global, melarang negara-negara di seluruh dunia memberikan pelayanan kepada maskapai asal negara tersebut.
"Jika maskapai mereka mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, dan tidak boleh menjual tiket kepada mereka. Jika melanggar, Anda akan dikeluarkan dari sistem transaksi dolar," tegas Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin, 21 September 2026, mengutip Al Jazeera.
AS telah merilis daftar maskapai Iran yang dilarang untuk menerima pelayanan apa pun.
Daftar 27 Maskapai Iran yang Disanksi AS

Maskapai Mahan Air. (Mehr News Agency)
Mengutip laman resmi Departemen Keuangan AS, OFAC menetapkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran berikut karena beroperasi di sektor penerbangan ekonomi Iran:
- Air Shiraz
- Asa Jet Airline
- Ata Airlines Company
- Atlas Aviation Group
- Ava Airlines
- Chabahar Airlines Company
- Erwan Airline Company
- Fly Kish Airlines
- Fly Persia Airlines
- Iran Air Tour
- Iran Aseman Airlines
- Jsky Airlines
- Kish Airlines
- Karun Airlines Company
- Lad Airways
- Mehr Airways
- Nasim Air
- Pars Oghyanous Kish Company
- Qeshm Air
- Raimon Airways
- Saha Airlines
- Sepehran Airlines
- Soroush Air
- Taban Airlines
- Toos Airlines
- Varesh Airlines
- Zagros Airlines
Siapa Saja yang Mengikuti Instruksi AS?
Sejauh ini ketika berita ini ditulis, penerbangan yang berhubungan dengan Iran telah dihentikan sepenuhnya atau sebagian di Baghdad (Irak), Muscat (Oman), Uni Emirat Arab (UEA), Georgia, Azerbaijan, Qatar, serta Turki.Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, menyampaikan kepada kantor berita Tasnim pada Selasa, 22 September 2026, bahwa bandara di Baghdad dan Muscat akan berhenti menerima penerbangan Iran.
Mahan Air, maskapai paling populer di negara tersebut, menangguhkan penerbangan dari dan ke Istanbul serta Ankara, serta rute Teheran-Muscat sejak akhir pekan lalu.
Kendati demikian, maskapai selain Mahan Air yang dioperasikan oleh Iran Air, Iran Airtour, Caspian Airlines, Saha Airlines, Taban Air, dan Varesh Airlines dilaporkan masih diterima oleh Istanbul hingga Kamis, 24 September 2026.
Media Iran menyebutkan pada Kamis, 24 September 2026, bahwa UEA telah menangguhkan penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Iran.
"Seluruh penerbangan oleh maskapai Iran ke Uni Emirat Arab telah dibatalkan sejak tengah malam," sebut kantor berita ISNA, mengutip Straits Times.
Sementara itu, Tiongkok dilaporkan oleh Straits Times masih menerima penerbangan Mahan Air yang mendarat di Guangzhou pada Rabu, 23 September 2026.