Polisi membantu masyarakat untuk menyeberangi sungai dampak jembatan terputus penghubung Desa Pasirlangu-Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). (ANTARA/HO-Polres Garut)
Hujan Deras Putuskan Jembatan Ciwarunga Garut
Whisnu Mardiansyah • 10 April 2026 06:48
Garut: Jembatan Ciwarunga di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terputus akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Kamis, 9 April 2026. Akibatnya, aktivitas warga antardesa terganggu karena tidak bisa menyeberangi sungai.
Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, membenarkan hujan deras yang terjadi di wilayah Selatan Garut menyebabkan bangunan jembatan penghubung antardesa putus. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Pasirlangu dengan Desa Tanjungjaya. Jembatan memiliki panjang sekitar 14 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman atau ketinggian jembatan sekitar 4,6 meter.
"Jembatan itu lebarnya 4 meter, sekarang sudah tidak bisa dilewati kendaraan," kata Muslih di Garut seperti dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.
Muslih menyampaikan, jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas, baik jalan kaki, menggunakan sepeda motor, maupun mobil.
Selama jembatan rusak, arus lalu lintas kendaraan bermotor dialihkan memutar arah dengan jarak lebih jauh, sekitar 20 kilometer.
"Tidak bisa dilewati. Jadi masyarakat harus memutar arah, kurang lebih jaraknya sekitar 20 kilometer," katanya, Kamis, 9 April 2026.
Muslih mengatakan, jajarannya bersama sejumlah instansi lain dari Tim SAR, TNI, dan pemerintah setempat melakukan pengecekan. Tim bertugas memastikan tidak ada korban jiwa dan mengalihkan arus kendaraan bermotor.

Ilustrasi dampak bencana hidrometeorologi. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Polisi sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut. Koordinasi dilakukan agar jembatan tersebut bisa kembali digunakan untuk mobilisasi masyarakat.
"Pengecekan sudah kami lakukan, dan melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri turun ke sungai, apalagi airnya naik," katanya.
Muslih mengatakan, pihaknya bersama unsur pemerintah desa setempat akan membuat jembatan sementara dari bambu. Jembatan darurat ini untuk memudahkan warga, terutama anak sekolah, yang ingin melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
"Rencana besok mau kerja bakti buat jembatan sementara untuk pealan kaki, anak-anak sekolah," katanya.