Penumpang Tahan Pintu Whoosh Picu Keterlambatan dan Gangguan

Kereta cepat Whoosh/MI/Insi

Penumpang Tahan Pintu Whoosh Picu Keterlambatan dan Gangguan

M Sholahadhin Azhar • 10 April 2026 16:42

Jakarta: General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa merespons video viral, terkait penumpang yang menahan pintu kereta Whoosh. Eva menyebut hal itu tak dapat dibenarkan.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.

Penumpang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa 7 April 2026 dengan rute Padalarang–Halim. Penumpang itu menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup, karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron.

Eva menyebut tindakan tersebut menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu. Kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB. 
 


Menurut Eva, setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan. Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.

KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup. Penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan.


Kereta cepat Whoosh/MI

Seluruh penumpang wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaan nya sebelum memasuki kereta karena seluruh bawang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab pribadi.

Apabila terdapat barang yang tertinggal, penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut melalui sistem Lost and Found milik KCIC.

Eva menjelaskan, penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut. “KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh.” tutup Eva.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)