BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Jawa Tengah Terjadi Juli–Agustus 2026

Ilustrasi musim kemarau. Zechen Li/Pexels

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Jawa Tengah Terjadi Juli–Agustus 2026

Akhmad Safuan • 20 June 2026 19:54

Semarang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mengeluarkan peringatan dini terkait puncak musim kemarau yang diprediksi melanda puluhan daerah pada Juli dan Agustus 2026. Beberapa wilayah bahkan diperkirakan menghadapi masa kekeringan lebih panjang dengan durasi mencapai 8-9 bulan.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan puncak musim kemarau tahun ini secara umum akan datang lebih awal atau sesuai dengan pola normalnya. Namun, karakter curah hujan selama periode ini diperkirakan berada pada kategori bawah normal.

"Beberapa daerah akan mencapai puncak kemarau pada Juli. Namun secara umum puncak musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 mendatang," ujar Goeroeh, dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 20 Juni 2026. 
 


Meskipun sebagian besar wilayah di Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau sejak Mei lalu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terpantau mengguyur sejumlah daerah. Kondisi ini membuat dampak kekeringan belum sepenuhnya terasa karena ketersediaan air bersih yang masih mencukupi.

Goeroeh menambahkan durasi musim kemarau tahun 2026 umumnya berkisar antara 16-18 dasarian atau sekitar 5-6 bulan. Meski demikian, terdapat wilayah yang akan mengalami kemarau ekstrem dengan durasi 25-27 dasarian (8-9 bulan).

Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, berikut rincian pembagian wilayah puncak kemarau:

Puncak Kemarau Juli 2026

Wilayah yang diprediksi mencapai titik terkering lebih awal meliputi:
  • Kota Surakarta
  • Sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora.
  • Sebagian wilayah Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.
  • Sebagian kecil wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, dan Wonogiri.

Puncak Kemarau Agustus 2026

Mencakup sekitar 83,3 persen zona musim di Jawa Tengah, di antaranya:
  • Kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
  • Kabupaten Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.
  • Sebagian besar wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.


Sementara itu, wilayah yang diperkirakan akan mengalami puncak musim kemarau paling akhir adalah Kepulauan Karimunjawa, yang diprediksi terjadi pada September 2026.

Masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan mewaspadai potensi kebakaran lahan. Hal ini seiring dengan masuknya periode puncak kemarau dengan intensitas hujan di bawah normal tersebut. 

(Silvana Febiari)