Konsolidasi Asuransi BUMN Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Konsolidasi Asuransi BUMN Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Eko Nordiansyah • 18 June 2026 13:51

Jakarta: BP BUMN dan Danantara Indonesia menargetkan proses konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi milik negara yang berada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) dapat rampung pada 2026.

"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 18 Juni 2026.

Untuk membahas perkembangan proses tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, serta pengembangan sinergi antarentitas yang akan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi.

Selain itu, kedua pihak juga membahas berbagai langkah strategis guna memastikan proses integrasi berjalan efektif dan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang.



(Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Foto: Dok Antara?)

Perkuat fondasi ekosistem asuransi BUMN

Dony mengatakan konsolidasi tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan ekosistem asuransi BUMN yang lebih terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Transformasi yang tengah dijalankan juga diharapkan menghasilkan skala usaha yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas seleksi risiko (underwriting) dan investasi, serta memperluas kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun dunia usaha.

Melalui penguatan industri asuransi BUMN, BP BUMN dan Danantara berharap sektor asuransi dapat berperan lebih besar dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, meningkatkan penetrasi asuransi nasional, serta menunjang pembiayaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.

(Eko Nordiansyah)