Trump Tunjuk Utusan Khusus untuk Greenland, Denmark Meradang

Wilayah Greenland diincar oleh Donald Trump untuk masuk wilayah kekuasaan AS. Foto: Anadolu

Trump Tunjuk Utusan Khusus untuk Greenland, Denmark Meradang

Fajar Nugraha • 23 December 2025 08:28

Kopenhagen: Denmark memanggil duta besar Amerika Serikat pada Senin 22 Desember setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk seorang utusan khusus untuk Greenland yang segera berjanji untuk menjadikan wilayah otonom Denmark itu "bagian dari AS".

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump berulang kali mengatakan AS "membutuhkan" pulau Arktik yang kaya sumber daya itu untuk alasan keamanan. Trump menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengamankannya.

Pada Minggu, Trump menunjuk gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan  bahwa ia "sangat marah" atas langkah tersebut dan memperingatkan Washington untuk menghormati kedaulatan Denmark.

Uni Eropa kemudian menawarkan "solidaritas penuh" kepada Denmark.

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengatakan bahwa Landry memahami "betapa pentingnya Greenland bagi keamanan nasional kita, dan akan sangat memajukan kepentingan negara kita demi keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup sekutu kita, dan bahkan dunia".

Landry menanggapi langsung Trump dalam sebuah unggahan di X: "Suatu kehormatan untuk melayani Anda dalam posisi sukarelawan ini untuk menjadikan Greenland bagian dari AS".

Menteri Luar Negeri Denmark mengatakan kepada televisi TV2 bahwa penunjukan dan pernyataan tersebut "sama sekali tidak dapat diterima" dan, beberapa jam kemudian, mengatakan bahwa duta besar AS telah dipanggil ke kementerian untuk memberikan penjelasan.

"Kami memanggil duta besar Amerika ke kementerian luar negeri hari ini untuk pertemuan, bersama dengan perwakilan Greenland, di mana kami dengan sangat jelas menarik garis merah dan juga meminta penjelasan," kata Lokke Rasmussen kepada penyiar publik DR dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari AFP, Selasa 23 Desember 2025.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan dalam pernyataan bersama: "Anda tidak dapat mencaplok negara lain.

"Kami mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama kami,” ujar para pemimpin itu.

Dalam unggahan Facebook yang ditujukan kepada warga Greenland, Nielsen mengatakan bahwa penunjukan utusan khusus AS tidak mengubah apa pun bagi warga Greenland.

"Kami akan menentukan masa depan kami sendiri. Greenland adalah negara kami," tulisnya, menambahkan: "Greenland milik warga Greenland".

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menekankan di media sosial bahwa integritas teritorial dan kedaulatan adalah "prinsip-prinsip fundamental hukum internasional".

"Prinsip-prinsip ini penting tidak hanya untuk Uni Eropa tetapi juga untuk negara-negara di seluruh dunia." "Kami sepenuhnya bersolidaritas dengan Denmark dan rakyat Greenland," tulis mereka di X.

Tunjukkan rasa hormat

Sebagian besar dari 57.000 penduduk Greenland ingin merdeka dari Denmark tetapi tidak ingin menjadi bagian dari AS, menurut jajak pendapat pada bulan Januari.

Para pemimpin Denmark dan Greenland telah berulang kali menegaskan bahwa pulau yang luas itu tidak untuk dijual dan bahwa pulau itu akan menentukan masa depannya sendiri.

Lokke Rasmussen mengatakan penunjukan tersebut mengkonfirmasi minat AS yang berkelanjutan terhadap Greenland.

"Namun, kami menegaskan bahwa semua orang - termasuk AS - harus menunjukkan rasa hormat terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark," katanya dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada AFP.

AS berpendapat bahwa Greenland, yang terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, dapat memberikan keunggulan ekonomi atas para pesaingnya di wilayah Arktik.

Pulau ini memiliki mineral langka yang belum dimanfaatkan dan dapat menjadi pemain penting seiring mencairnya es kutub dan munculnya jalur pelayaran baru.

Lokasi Greenland juga menempatkannya pada jalur terpendek untuk rudal antara Rusia dan AS.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)