Harajuku sebagai salah satu tujuan liburan ke Jepang. Foto: Dok World Nomads
Panduan Singkat Berpergian ke Jepang: Mulai dari Tiket hingga Transaksi Sehari-hari
Eko Nordiansyah • 14 January 2026 17:15
Jakarta: Jepang masih menjadi salah satu destinasi luar negeri paling diminati wisatawan Indonesia, mulai dari Tokyo dan Osaka hingga Hokkaido dan Kyoto. Selain faktor budaya dan kuliner, kemudahan akses penerbangan serta sistem transportasi yang rapi membuat Jepang relatif ramah bagi pelancong pertama kali.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berangkat adalah tiket pesawat. Maskapai seperti Japan Airlines melayani rute dari Indonesia ke beberapa kota utama di Jepang, sehingga wisatawan bisa menyesuaikan tujuan dengan rencana perjalanan, baik untuk wisata kota, pegunungan, maupun daerah bersalju.
Transportasi dan pembayaran
Di Jepang, sistem transportasi publik terintegrasi dan sangat presisi waktu. Kereta dan bus hampir selalu datang sesuai jadwal, sehingga wisatawan dianjurkan untuk merencanakan rute sejak awal. Kartu transportasi seperti Suica atau Pasmo dapat digunakan lintas kota dan juga untuk pembayaran kecil di minimarket, mesin minuman, hingga restoran cepat saji.

(Objek wisata Jepang di Osaka. Foto: Dok Japan Guide)
Dari sisi pembayaran, Jepang kini semakin ramah terhadap transaksi nontunai. Kartu debit dan kartu kredit internasional, termasuk jaringan seperti JCB, sudah diterima luas di hotel, pusat perbelanjaan, restoran, dan transportasi. Namun, untuk toko kecil atau area pinggiran, uang tunai masih tetap dibutuhkan.
Wisatawan disarankan untuk menyiapkan kombinasi uang tunai dan kartu, serta memastikan kartu yang dibawa aktif untuk transaksi luar negeri. Kecepatan dan kemudahan pembayaran menjadi penting, terutama saat bepergian dengan jadwal padat dan berpindah kota.
Rencana belanja dan bulan terbaik
Selain pembayaran, perencanaan belanja juga perlu diperhatikan. Jepang dikenal dengan barang elektronik, kosmetik, hingga produk khas seperti souvenir dan makanan kemasan. Banyak toko menyediakan fasilitas tax free bagi turis, yang bisa dimanfaatkan dengan menunjukkan paspor saat berbelanja.
Dari sisi musim, waktu terbaik berkunjung ke Jepang tergantung minat wisatawan. Musim semi (Maret–April) populer untuk bunga sakura, sementara musim gugur (Oktober–November) dikenal dengan dedaunan merah. Musim dingin menarik bagi pencinta salju dan ski, sedangkan musim panas cocok untuk festival dan wisata kota.
Dengan sistem transportasi yang tertata, pembayaran yang semakin digital, dan akses penerbangan yang luas, Jepang tetap menjadi destinasi yang relatif mudah dijelajahi, baik bagi pelancong pemula maupun yang sudah berpengalaman. (Muhammad Adyatma Damardjati)