Ilustrasi industri tekstil. Foto: dok Istimewa.
Pembukaan Lapangan Pekerjaan Jadi Parameter Pembentukan BUMN Tekstil
Naufal Zuhdi • 18 January 2026 12:35
Jakarta: CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, hingga saat ini Danantara masih mengkaji secara mendalam rencana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
Rosan menegaskan, Danantara selalu menerapkan studi kelayakan (feasibility study) serta asesmen menyeluruh dari setiap rencana investasi yang dilakukan, termasuk terhadap sektor tekstil yang saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah.
"Kita di Danantara, semuanya tentunya investasi yang kita lakukan itu sudah dalam feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor. Tentunya juga kita ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi. Termasuk juga, parameter yang kita masuk itu adalah lapangan pekerjaan," ucap Rosan ditemui di Jakarta, dikutip Minggu, 18 Januari 2026.
| Baca juga: Mau Bikin BUMN Tekstil Baru, Pemerintah Siapkan Dana USD6 Miliar |

(CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Ciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar
Danantara, sambung Rosan, juga secara terbuka menerima investasi dengan tingkat imbal hasil yang lebih rendah dari parameter yang ditetapkan, dengan syarat investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Ia menyebutkan sektor tekstil merupakan salah satu industri dengan daya serap tenaga kerja yang tinggi, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Maka dari itu, tambah dia, Danantara akan melihat peluang yang ada, terutama terhadap perusahaan-perusahaan yang telah masuk dalam kategori aset bermasalah (distressed asset).
"Kita melihat potensi-potensi yang ada saja, apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distressed asset," ungkap Rosan.