62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Terbanyak di Jawa Timur

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, saat berkunjung di salah satu puskesmas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Januari 2026. Dokumentasi/Istimewa.

62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Terbanyak di Jawa Timur

Muhammad Syawaluddin • 13 January 2026 17:04

Makassar: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 62 kasus Influenza A H3N2 subclade K atau super flu ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak terjadi di Provinsi Jawa Timur.

"Super flu yang terdiagnosa ada sekitar 62 kasus, terbanyak di Jawa Timur dengan 35 kasus," kata Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Januari 2026.

Benjamin mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak khawatir dengan adanya super flu tersebut. Menurutnya, penyakit flu merupakan penyakit musiman.
 


"Tapi masyarakat tidak perlu khawatir karena flu itu musiman tertinggi waktu Agustus, September, dan sejak Desember sudah mulai turun," jelas Benjamin.

Benjamin juga membeberkan bahwa super flu hanya flu biasa meski sedikit lebih infeksius dibanding flu biasa. Flu ini tidak seperti Covid-19.

"Ini hanya flu biasa, namun sedikit lebih infeksius, tapi bukan seperti Covid. Kalau ada super flu, obatnya ya 'obat super flu', bukan obat biasa," ujar Benjamin.


ilustrasi medcom.id


Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan super flu H3N2 bukan virus baru. Jenis influenza ini telah ada dan dikenal selama puluhan tahun.

"Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2. Itu sudah ada puluhan tahun, cuma ini varian baru," ujar Budi.

Dia menjelaskan bahwa super flu berbeda dengan Covid-19, yang merupakan virus baru. Virus influenza sendiri telah lama dikenal, sehingga daya tahan tubuh manusia terhadap virus ini sudah terbentuk.

"Kalau Covid itu virus baru, jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena nggak kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)