Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 14 Juni 2026. (metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin)
Hadiri Pertemuan Imam Masjid, Menag: Imam Berperan Bangun Peradaban Umat
Muhammad Syawaluddin • 14 June 2026 22:10
Makassar: Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan peran imam masjid pada masa kini tidak hanya sebagai pemimpin salat, tetapi juga penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan pembawa pesan perdamaian di tengah masyarakat.
Nasaruddin Umar menjelaskan imam memiliki posisi yang sangat mulia dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, imam merupakan perantara yang membimbing hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhannya, sementara masjid menjadi titik pertemuan antara manusia dengan Sang Pencipta.
"Imam adalah moderator atau perantara manusia dengan Tuhannya, sementara masjid adalah meeting point pertemuan manusia dengan Tuhannya," katanya saat menghadiri kegiatan yang digelar Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 14 Juni 2026.
Baca Juga :
"Hari ini kita mengumpulkan seluruh pengurus IPIM sampai tingkat kelurahan dan desa. Kami juga berterima kasih kepada pengurus wilayah IPIM Sulawesi Selatan yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran imam dalam membangun masyarakat yang damai, moderat, dan berkeadaban.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Al Markaz Al Islami Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 14 Juni 2026. (metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin)
Nasaruddin Umar berharap agenda pertemuan imam seperti saat ini dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah sebagai langkah memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan dunia Islam. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban Islam modern yang menghadirkan wajah Islam yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang.
"Indonesia akan tampil sebagai pusat peradaban dunia Islam modern. Kita ingin menunjukkan bagaimana Islam mengajarkan cinta, kedamaian, dan kemanusiaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menegaskan Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pemahaman Islam yang mencerahkan sekaligus memperbaiki berbagai stigma negatif terhadap Islam yang berkembang di sejumlah belahan dunia.
"Kita ingin tampil sebagai pembawa pencerahan. Indonesia hadir untuk memperlihatkan wajah Islam yang damai, moderat, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
"Islam tidak boleh dipahami sebagai agama yang keras, tetapi agama yang menghadirkan kedamaian dan kasih sayang," tegasnya.