Persetujuan POD Ronggolawe Dukung Strategi Peningkatan Produksi Minyak

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Istimewa.

Persetujuan POD Ronggolawe Dukung Strategi Peningkatan Produksi Minyak

Anggi Tondi Martaon • 11 June 2026 19:57

Jakarta: PT Saka Energi Indonesia (SAKA) terus memperkuat komitmennya dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak. Hal itu sebagai upaya partisipasi aktif dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

Komitmen perusahaan yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina itu ditandai dengan persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan atau Plan of Development (POD) Lapangan Ronggolawe – PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah dari SKK Migas. Lapangan ini direncanakan mulai berproduksi (onstream) pada akhir 2029.

“Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi Perusahaan,” kata Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, melalui keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.

Persetujuan POD tersebut didukung oleh hasil analisis yang komprehensif dari sumur RGL-3. Sehingga memberikan dasar teknis yang kuat dalam penyusunan rencana pengembangan lapangan. 


Fuji menjelaskan pihaknya telah menyerahkan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Lapangan Ronggolawe pada 2025. Hal itu sebagai tindak lanjut atas keberhasilan penemuan hidrokarbon pada sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012. Kemudian dikonfirmasi melalui kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada 2024 di WK Pangkah.

Pengembangan lapangan ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi produksi hingga mencapai 5.126 barrel minyak per hari (BOPD) pada masa puncak produksinya. 

Secara keseluruhan, lapangan ini diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 10 juta barel minyak yang dapat dimanfaatkan hingga berakhirnya masa kontrak kerja sama. Diharapkan hal itu dapat mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.

Keberadaan hidrokarbon pada Struktur Ronggolawe teridentifikasi pada lapisan CD Carbonate. Potensi tersebut dibuktikan melalui serangkaian evaluasi teknis, meliputi uji kandung lapisan (Drill Stem Test), pengujian tekanan reservoir, serta pengambilan dan analisis sampel fluida. 

Ilustrasi pengeboran minyal. Foto: Istimewa.

Hasil evaluasi menunjukkan potensi lapangan yang prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut. Dalam rencana pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 yang telah disetujui, akan dilakukan pengeboran empat sumur pengembangan yang selanjutnya dihubungkan dengan fasilitas produksi eksisting di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut.

Pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 merupakan strategi unitisasi antara WK Pangkah dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi WMO. Hal ini sejalan dengan upaya SAKA dalam mengoptimalkan produksi di WK Pangkah sekaligus mempercepat monetisasi temuan eksplorasi menjadi lapangan yang berproduksi. 

“Dalam pelaksanaannya, SAKA akan terus mengedepankan efisiensi dan efektivitas biaya maupun kegiatan operasional, dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan,” tambah Fuji.

Dengan dukungan dari pemangku kepentingan dan mitra kerja, pengembangan Lapangan Ronggolawe – PHE-7 diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan produksi migas Perusahaan serta nasional.

Selain itu, SAKA berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pengembangan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

(Anggi Tondi)