Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Demi Wujudkan Generasi Indonesia Emas

Ilustrasi anak minum susu. Foto: dok Istimewa.

Pemerintah Dorong Konsumsi Susu Demi Wujudkan Generasi Indonesia Emas

Husen Miftahudin • 14 June 2026 10:33

Jakarta: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat sebagai upaya memperkuat kualitas gizi, kesehatan, dan daya saing nasional guna mendukung terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045.

"Mari kita selamatkan bangsa kita, dengan menyelamatkan generasi kita. Mari promosikan terus untuk minum susu setiap hari," kata Hanif saat ditemui dalam peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 14 Juni 2026.

Hanif menyoroti tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia yang masih rendah. Saat ini, konsumsi susu nasional tercatat berkisar 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun, atau setara sekitar satu sendok susu per orang per hari.

Menurut dia, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia menilai peningkatan konsumsi susu menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah momentum bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia.

"Susu mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh," jelas dia.
 

Baca juga: Asupan Susu Dinilai Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak


(Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Foto: Media Indonesia/Atalya Puspa)
 

Kecukupan gizi jadi faktor utama menjaga kualitas generasi 


Hanif menegaskan kecukupan gizi menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas generasi produktif yang akan menjadi penggerak pembangunan nasional pada masa mendatang.

Karena itu, peningkatan konsumsi susu perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat.

"Segera gelorakan semangat minum susu. Wajib, karena sampai hari ini baru satu sendok (konsumsi susu), kita tidak mau kehilangan satu pun generasi kita setiap harinya. Bangun iklim, hilirisasi," tegas Hanif.

Menurut dia, upaya tersebut tidak boleh berhenti pada momentum peringatan Hari Susu Nusantara, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan pola konsumsi masyarakat sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi semakin meningkat.

Melalui peringatan Hari Susu Nusantara 2026, Hanif berharap gerakan minum susu dapat menjadi bagian penting dalam membangun generasi unggul, sehat, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

(Husen Miftahudin)