Operasi militer Pakistan menewaskan 29 militan dalam operasi selama tiga hari di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. (Anadolu Agency)
Operasi Keamanan Pakistan Tewaskan 29 Militan dalam Tiga Hari
Willy Haryono • 8 August 2026 17:03
Islamabad: Militer Pakistan menyatakan telah menewaskan 29 militan dalam serangkaian operasi keamanan yang digelar di berbagai wilayah negara itu selama tiga hari terakhir.
Dalam rentetan operasi tersebut, seorang perwira militer berpangkat kapten juga dilaporkan meninggal dunia.
Melalui pernyataan yang dirilis Sabtu, 8 Agustus 2026, Inter-Services Public Relations (ISPR) mengatakan pasukan keamanan melancarkan operasi berbasis intelijen di Distrik Hangu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Jumat setelah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok militan.
Menurut keterangan militer Pakistan yang dikutip Anadolu Agency, sedikitnya tujuh militan tewas dalam baku tembak yang terjadi selama operasi tersebut.
Dalam operasi tersebut, Kapten Hamza Akram (27), warga Distrik Narowal, gugur ketika memimpin pasukannya mengejar para militan.
Militer Pakistan menyatakan sejumlah senjata dan amunisi disita dari lokasi operasi. Para militan itu dituduh terlibat dalam berbagai serangan terhadap personel militer, aparat penegak hukum, dan warga sipil.
Operasi di Hangu menyusul dua operasi lain pada Kamis yang menewaskan 10 militan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Menurut ISPR, delapan militan tewas saat berupaya menyerang pos keamanan di Waziristan Selatan, sementara dua lainnya tewas dalam operasi di Distrik Dir.
Sementara itu, di Provinsi Balochistan, pasukan keamanan menewaskan 12 militan dalam operasi di Distrik Washuk dan Mastung pada Rabu dan Kamis.
Militer menyebut enam militan tewas di Washuk dan enam lainnya di Mastung. Sebuah tempat persembunyian militan di Mastung juga dilaporkan berhasil dihancurkan.
Pakistan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan serangan kelompok militan. Pemerintah Pakistan menuduh serangan-serangan tersebut berkaitan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang berbasis di Afghanistan. Namun, pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
Baca juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Luar Kantor Polisi Pakistan, 14 Orang Tewas