Ilustrasi pekerja di industri garmen. Foto: dok MAS Arya Indonesia.
Kesehatan Pekerja Jadi Strategi Bisnis Industri Garmen
Ade Hapsari Lestarini • 11 August 2026 22:06
Jakarta: Industri garmen tidak hanya menghadapi tantangan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kualitas dan ketahanan tenaga kerja. Di tengah persaingan mendapatkan talenta serta kebutuhan menjaga produktivitas, kesehatan karyawan menjadi salah satu faktor yang semakin penting bagi keberlanjutan bisnis.
Melihat kondisi tersebut, MAS Arya Indonesia memperkuat program kesehatan pekerja melalui Aloka, sebuah inisiatif peningkatan kesadaran dan deteksi dini kanker yang memberikan edukasi, akses skrining, serta dukungan terhadap upaya pencegahan penyakit.
Program tersebut menyasar karyawan dengan pendekatan yang lebih mudah diakses melalui lingkungan kerja. Langkah ini dinilai penting bagi industri garmen Indonesia yang memiliki proporsi pekerja perempuan cukup besar, sementara kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian terhadap deteksi dini.
MAS Arya memperkenalkan Aloka sejak 2019 untuk membantu karyawan memahami risiko kanker, mengenali tanda-tanda peringatan sejak dini, serta memperoleh dukungan medis secara tepat waktu. Sejak 2024, pelaksanaan program dilakukan melalui kemitraan dengan Rumah Sakit Charlie Kendal. Kegiatannya mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan mandiri, akses layanan skrining, serta kegiatan interaktif yang mendorong keterbukaan dalam membahas kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan kerja.
Sejak diterapkan, program tersebut telah memfasilitasi 2.907 karyawan dan terus diperluas. Inisiatif ini juga telah menjangkau seluruh karyawan perempuan di perusahaan melalui berbagai kegiatan edukasi dan keterlibatan karyawan.
Kesehatan pekerja dukung produktivitas
Bagi perusahaan, program kesehatan karyawan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek kesejahteraan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun tenaga kerja yang tangguh dan berkelanjutan.
Assistant Manager Human Resources MAS Arya Indonesia Francisca Vina Oktavia mengatakan deteksi dini dapat memberikan dampak terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Karena itu, perusahaan ingin memastikan karyawan memiliki pengetahuan yang memadai dan merasa mendapatkan dukungan untuk mengambil langkah preventif.
"Deteksi dini dapat memberikan dampak yang sangat berarti terhadap keberhasilan penanganan penyakit. Melalui Aloka, kami ingin karyawan memiliki pengetahuan yang memadai, merasa didukung, serta lebih percaya diri untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan mereka," ujar Francisca, dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga :
Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Industri Tekstil hingga 6 Titik Baru Proyek Hilirisasi
Menurut dia, karyawan yang mendapatkan dukungan terhadap kesehatan fisik dan emosional akan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan berkembang di dalam organisasi.
Chief Executive Officer MAS Arya Indonesia Rajitha Kamalchandra mengatakan kesejahteraan karyawan semakin relevan bagi perusahaan manufaktur yang menghadapi persaingan dalam memperoleh talenta sekaligus menjaga ketahanan tenaga kerja.
"Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan manufaktur untuk mendapatkan talenta terbaik dan memperkuat ketahanan tenaga kerja, kesejahteraan karyawan menjadi semakin penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang," ujar Rajitha.
Ia menilai peningkatan kesadaran kesehatan tidak hanya menjadi bentuk perhatian perusahaan terhadap karyawan, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih kuat dan tangguh.
Kesehatan masuk agenda keberlanjutan bisnis
Program Aloka juga menjadi bagian dari komitmen global MAS melalui "Plan for Change", sebuah inisiatif jangka panjang yang berfokus pada peningkatan kualitas produk, kehidupan, dan lingkungan melalui sejumlah target terukur.
Di Indonesia, implementasi program tersebut menunjukkan bagaimana agenda keberlanjutan perusahaan diterjemahkan melalui program yang menyentuh langsung pekerja dan keluarga mereka.
Upaya tersebut sekaligus menunjukkan pengelolaan sumber daya manusia dalam industri manufaktur semakin tidak dapat dipisahkan dari strategi keberlanjutan bisnis. Investasi pada kesehatan pekerja dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan produktivitas, membangun keterikatan karyawan, serta memperkuat ketahanan operasional dalam jangka panjang.