Kedatangan para kepala daerah di Wisma Sumbing Akmil Magelang. MTVN/Ahmad Mustaqim
Gunung Tidar–Jatinangor, Dua Babak Retret Kepala Daerah pada 2025
Lukman Diah Sari • 22 December 2025 08:35
Jakarta: Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pada 2025, mencetak sejarah baru dalam pembinaan kepemimpinan daerah. Presiden Prabowo menggelar retret kepala daerah, dalam dua gelombang yakni di Akademi Militer Gunung Tidar, Magelang, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat. Setelah sebelumnya retret dilakukan terhadap para jajaran Kabinet Merah Putih.
Merangkum laman pemberitaan Metrotvnews.com, retret diisi dengan pembekalan oleh sejumlah tokoh, termasuk kehadiran mantan presiden sebagai pembicara. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto juga akan menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut.
Retret Gelombang I di Gunung Tidar
Retret kepala daerah gelombang pertama diikuti 505 kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024, dimulai pada 21 Februari 2025. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa retret merupakan upaya menyatukan visi pusat dan daerah demi kepentingan bangsa."Tidak akan lama kita akan jumpa dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang. Saya akan jumpa saudara di situ, dan mudah-mudahan saudara akan kuat dan yang ragu-ragu boleh mundur," kata Prabowo sebelum menutup sambutannya di pelantikan 961 pejabat gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 20 Februari 2025.

Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, saat retret kepala daerah gelomgang I di Magelang. (MTVN/Ahmad Mustaqim)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa retret bukan hanya soal materi pemerintahan, tetapi juga membangun hubungan personal antarkepala daerah.
"Intinya dalam retret ini, yang utama sekali adalah memberikan kesempatan dan forum kepada kepala daerah untuk saling kenal karena 1/4-nya pernah menjadi kepala daerah, 3/4-nya adalah wajah baru yang belum pernah menjadi kepala daerah," kata Tito dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Sabtu, 22 Februari 2025.
Materi Retret: Dari Asta Cita hingga Ultimatum Antikorupsi
Berbagai materi strategis disampaikan oleh pejabat tinggi negara. Wapres Gibran Rakabuming Raka pun turut memberikan materi kepada kepala daerah, yakni memaparkan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-GibranKemudian, Jaksa Agung menyampaikan peringatan keras terkait korupsi. Kapolri juga mengingatkan pentingnya pencegahan korupsi sejak dini.
Selanjutnya Menko Polhukam Budi Gunawan menegaskan tanggung jawab kepala daerah menjaga stabilitas keamanan wilayah. Keamanan wilayah disebut bisa mempengaruhi dalam menjalankan program kerja. Materi juga disampaikan oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya.
Retret Dilaporkan ke KPK, Istana: Semua Sesuai Aturan
Namun di tengah pelaksanaan, retret kepala daerah sempat dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dugaan konflik kepentingan. Namun pihak Istana membantah adanya pelanggaran."Saya pastikan semua berjalan sesuai dengan aturan. Sesuai dengan perundang-undangan. Tidak ada yang dilanggar. Semua bisa kita buka," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Maret 2025.
Dinamika saat Retret Gelombang I
Bukan cuma laporan ke KPK. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat menginstruksikan kadernya untuk menunda keikutsertaan. Instruksi surat dengan nomor 7294/IN/DPP /2025 yang dikeluarkan pada Kamis, 20 Februari 2025 itu telah ditandatangani oleh Megawati.“Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan, sebagai berikut: Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21 - 28 Februari 2025,” ujar Megawati seperti dikutip dari surat instruksinya.
Namun, Megawati kemudian menegaskan sikapnya. Bahwa tidak ada pelarangan yang keluar dari instruksi tersebut. Para kader hanya diminta untuk menunda dan menunggu arahan lebih lanjut.
"Pesan Ketua Umum PDI Perjuangan kepada kader-kadernya yang terpilih sebagai kepala daerah agar setelah dilantik Presiden Prabowo, diminta untuk memprioritaskan kerja-kerja riil kerakyatan dengan langsung bekerja melayani rakyat di daerahnya masing-masing," ucap juru bicara PDIP Ahmad Basarah.
Retret Gelombang II di Jatinangor: Lebih Minimalis
Selanjutnya, retret gelombang kedua digelar di IPDN Jatinangor pada medio Juni 2025. Pelaksanaan retret gelombang II dilakukan pascaputusan Mahkamah Konstitusi. Sebanyak 86 kepala daerah mengikuti kegiatan yang dikonsep lebih sederhana."Anggaran sudah disiapkan semua, kami sudah hitung. Anggaran retret ini untuk seluruh kepala daerah jadi nanti konsepnya disederhanakan saja," ujar Tito di Solo, Kamis, 3 April 2025.
Sejumlah poin disampaikan Tito dan pemateri lainnya seperti dari menteri Kabinet Merah Putih dalam retret kepala daerah Gelombang II. Tito menyampaikan cara mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Jangan hanya kerja kantor, lakukan efisiensi belanja dan bagaimana mendorong pendapatannya bisa tinggi, tidak memberatkan rakyat. Saya juga sampaikan masalah inflasi dan cara menanganinya," jelas Tito.
Momen Kebersamaan Jokowi–Prabowo–SBY

Kebersamaan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan dua mantan presiden, Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dok. IG PresidenRepublikIndonesia
Salah satu peristiwa paling menyedot perhatian publik adalah kebersamaan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau parade senja di tengah hujan, dalam Retret Gelombang I, pada 27 Februari 2025.
Meski hujan turun, Prabowo, SBY, Jokowi dan rombongan lainnya tetap melakukan inspeksi pasukan menggunakan kendaraan Maung. Tampak Prabowo, SBY, Jokowi dan rombongan lainnya mengenakan pakaian komponen cadangan (komcad).
Prabowo: Retret Kepala Daerah Perlu Dilanjutkan 2026
Presiden Prabowo mengusulkan agar retret kepala daerah bisa kembali digelar pada 2026. Hal ini, menilai bahwa pelaksanaan Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025, sukses dalam menyelaraskan visi pembangunan nasional."Presiden sangat mengapresiasi kegiatan retret ini, bahkan beliau meminta Kemendagri untuk kembali menyelenggarakan retret di tahun 2026, kira-kira begtiu, supaya mengevaluasi target-target yang diberikan,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya usai penutupan retret pada Jumat, 28 Februari 2025.