Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
AS dan Iran Rampungkan Kerangka Kesepakatan Damai, Tunggu Persetujuan Trump
Muhammad Reyhansyah • 29 May 2026 09:03
Washington: Negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan awal mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta kerangka perundingan terkait program nuklir Iran.
Menurut laporan Axios, Kamis, 28 Mei 2026 yang mengutip sejumlah pejabat AS menyebut Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir terhadap nota kesepahaman (MoU) tersebut meski para perunding dari kedua pihak disebut telah merampungkan sebagian besar isi kesepakatan.
Menurut Axios, kesepakatan yang lebih luas untuk memenuhi tuntutan Washington terkait program nuklir Iran masih memerlukan negosiasi lanjutan.
Pejabat AS yang dikutip media tersebut mengatakan negosiator Iran kemudian memberi tahu para mediator bahwa mereka telah memperoleh persetujuan yang diperlukan dan siap menandatangani kesepakatan. Namun, klaim itu belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Tehran.
Laporan tersebut menyebut tim perunding AS telah memberikan pengarahan kepada Trump mengenai proposal tersebut. Meski demikian, presiden meminta waktu tambahan sebelum mengambil keputusan.
“Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa ia menginginkan beberapa hari untuk mempertimbangkannya,” kata seorang pejabat AS yang dikutip Axios via TRT World, Jumat, 29 Mei 2026.
Hormuz dan Program Nuklir Jadi Fokus
Berdasarkan rancangan memorandum tersebut, lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz akan tetap berlangsung tanpa pembatasan.Iran juga diwajibkan membersihkan seluruh ranjau di jalur perairan strategis itu dalam waktu 30 hari serta tidak mengenakan pungutan maupun melakukan gangguan terhadap kapal yang melintas.
Axios melaporkan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan dicabut secara bertahap seiring pemulihan aktivitas pelayaran komersial.
Kesepakatan itu juga memuat komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Selama masa 60 hari tersebut, perundingan akan difokuskan pada stok uranium yang diperkaya tinggi milik Iran dan aktivitas pengayaan uranium yang dilakukan negara tersebut.
Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan bersedia membahas pelonggaran sanksi serta pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari proses negosiasi.
Memorandum itu juga disebut mencakup mekanisme untuk mempermudah pengiriman barang dan bantuan kemanusiaan ke Iran.
Baca juga: AS Kembali Serang Iran usai Trump Mengaku Tak Puas dengan Negosiasi Damai