Suasana di Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Wali Kota Bandung Farhan Sambut Positif Instruksi Presiden untuk Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Roni Kurniawan • 1 June 2026 16:03
Bandung: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai rencana pengaktifan kembali (reaktivasi) Bandara Husein Sastranegara. Farhan menilai kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi upaya pemulihan dan penguatan ekonomi Kota Bandung.
Menurut Farhan, Presiden Prabowo menginstruksikan agar Bandara Husein di Bandung dan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta diaktifkan kembali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah.
"Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, pada sore harinya saya mendapat kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan secara bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 1 Juni 2026.
Farhan menjelaskan selama ini Bandara Husein sebenarnya tidak berhenti beroperasi sepenuhnya. Aktivitas penerbangan masih berlangsung, tetapi terbatas pada penerbangan berjadwal menggunakan pesawat baling-baling untuk rute antarkota di Pulau Jawa.
Farhan menuturkan reaktivasi Bandara Husein merupakan langkah strategis untuk mengembalikan peran bandara tersebut sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Kota Bandung. Farhan mengingatkan, sebelum pembatasan operasional diberlakukan, Bandara Husein mampu melayani jutaan penumpang setiap tahunnya.
"Pada tahun 2019, jumlah penumpang Bandara Husein mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. Kami ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein serta pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung," beber Farhan.
Farhan menyampaikan salah satu prioritas yang akan dilakukan adalah memperbaiki jalur masuk dan keluar menuju Bandara Husein, termasuk akses dari arah Tol Pasteur melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI Angkatan Udara.
Farhan menilai keberadaan Jalan Layang Nurtanio menjadi momentum penting untuk meningkatkan konektivitas menuju bandara dari berbagai wilayah Kota Bandung.
"Jika aksesnya sudah lebih baik, tentu mobilitas penumpang menuju dan dari bandara akan semakin lancar," kata Farhan.
Farhan menambahkan saat ini pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perhubungan tengah melakukan kajian terkait reaktivasi Bandara Husein.
Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kebutuhan infrastruktur, skema investasi, hingga pembagian porsi pendanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.
"Mudah-mudahan tahun ini mulai dihitung oleh Bappenas. Termasuk nanti menentukan sumber pembiayaan dan porsi investasi masing-masing," harap Farhan.

Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung. Dokumentasi/ istimewa
Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung mendapat dukungan penuh dari jajaran TNI Angkatan Udara. Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsekal Pertama (Marsma) Irman Fathurrahman, menegaskan bahwa pihaknya siap menjalankan operasional bandara kapan pun pemerintah memutuskan untuk mengaktifkan kembali penerbangan komersial dari bandara tersebut.
Irman mengatakan, Lanud Husein menyambut positif wacana pengaktifan kembali Bandara Husein karena dinilai akan memberikan dampak besar bagi kemajuan Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
"Pada intinya kami menerima secara positif demi kemajuan Kota Bandung dan Jawa Barat khususnya. Dari sisi kesiapan, kapan pun dibuka, kami siap untuk melaksanakan," kata Irman.
Menurut Irman, dari segi sarana dan prasarana, Bandara Husein Sastranegara masih dalam kondisi siap mendukung operasional penerbangan. Bahkan, jika ada instruksi resmi dari pemerintah pusat, operasional dapat segera dijalankan.
"Kalau misalnya diperintahkan sekarang untuk buka, kami buka. Tergantung perintah dari pimpinan. Jika surat resmi dari Kementerian Perhubungan sudah keluar dan diteruskan melalui Angkatan Udara, maka Angkatan Udara siap," ujar Irman.
Irman juga memastikan kemampuan landasan pacu Bandara Husein masih memadai untuk melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus maupun Boeing, yang selama ini menjadi tulang punggung penerbangan domestik.
"Masih ideal untuk pesawat Airbus atau Boeing. Sampai sekarang juga masih melaksanakan penerbangan-penerbangan, terutama penerbangan militer dan VVIP," beber Irman.
Irman menilai tidak ada kebutuhan pembangunan besar-besaran pada fasilitas penerbangan karena infrastruktur utama masih berfungsi dengan baik. Menurut Irman, penyesuaian yang mungkin diperlukan lebih berkaitan dengan pengaturan kuota dan tata kelola penerbangan.
"Kalau untuk sarana penerbangan, sampai sekarang masih bisa dilaksanakan. Jika ada yang perlu diperbaiki, paling untuk masalah tata kuotanya saja," tandas Irman.
Meskipun demikian, Irman berharap pemerintah dapat memperhatikan akses menuju kawasan bandara agar kenyamanan penumpang dan kelancaran mobilitas dapat lebih terjamin ketika operasional kembali dibuka.
Irman menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan menuju Bandara Husein, termasuk akses dari Gerbang Tol Pasteur, yang masih kerap mengalami genangan air saat hujan turun.
"Mudah-mudahan jalan menuju ke pangkalan maupun ke bandara bisa segera diperbaiki. Begitu juga jalan masuk dan keluar dari Tol Pasteur hingga memasuki kawasan bandara. Saat hujan, terlihat banjirnya cukup tinggi," sahut Irman.
Terkait koordinasi dengan pemerintah daerah, Irman memastikan komunikasi antara Lanud Husein dengan Pemerintah Kota Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjalan secara intensif.
"Sudah. Komunikasi kami dengan pemerintah kota maupun pemerintah provinsi selalu berjalan intens," tegas Irman.