Pertemuan JCBC Indonesia- Malaysia di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com
JCBC ke-17, Indonesia dan Malaysia Perkuat Hubungan Bilateral
Muhammad Reyhansyah • 4 June 2026 13:24
Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat koordinasi serta menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian bersama dalam hubungan bilateral kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dalam Joint Press Statement usai Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menlu Sugiono mengatakan, hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki karakter yang berbeda dibanding hubungan bilateral pada umumnya karena kedua negara memiliki kedekatan sejarah, budaya, bahasa, dan masyarakat yang sangat erat.
“Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan yang lebih dalam daripada sekadar hubungan bilateral dua negara. Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan, dan banyak hal yang sama,” ujar Menlu Sugiono.
Menurut Menlu Sugiono, kedekatan tersebut menjadikan JCBC sebagai forum yang penting dan strategis untuk memastikan seluruh potensi yang dimiliki kedua negara dapat dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat di Indonesia dan Malaysia.
Ia mengatakan pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting, mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, perlindungan warga negara, hingga koordinasi kedua negara dalam berbagai isu internasional.
“Kami tadi sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor,” kata Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono juga mengapresiasi kerja keras tim dari kedua negara dalam menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menjadi perhatian bersama.
Menurut dia, Indonesia dan Malaysia memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan serta berkontribusi dalam berbagai upaya mewujudkan perdamaian dunia.
Momentum Penting Kedua Negara
Sementara itu, Mohamad Hasan atau yang akrab disapa Tok Mat mengatakan JCBC ke-17 menjadi momentum penting karena forum tersebut terakhir kali diselenggarakan pada 2018.Menurutnya, pembahasan yang berlangsung mencerminkan hubungan erat antara dua negara sahabat yang memiliki banyak kesamaan, tetapi tetap menghadapi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan bersama.
“Perbincangan kita tadi merupakan perbincangan antara sahabat untuk mencari titik pertemuan dalam menyelesaikan simpul-simpul yang ada,” ujarnya.
Tok Mat menilai dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam hubungan dua negara bertetangga.
“Hubungan negara berjiran, negara bersahabat yang mempunyai persamaan budaya dan banyak lagi. Tetapi adat berjiran itu kadang-kadang memang ada yang tersimpul. Jadi simpul itu yang ingin kita leraikan,” pungkas Tok Mat.