19 Laka Lantas Terjadi saat Euforia Kemenangan Persib Bandung Lawan PSM

Wali Kota Bandung M Farhan. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

19 Laka Lantas Terjadi saat Euforia Kemenangan Persib Bandung Lawan PSM

Roni Kurniawan • 18 May 2026 15:31

Bandung: Kemenangan mendebarkan Persib Bandung dengan skor 2-1 atas PSM Makassar disambut luar biasa oleh masyarakat Kota Bandung. Ribuan Bobotoh membanjiri jalanan dan melakukan iring-iringan kendaraan secara spontan untuk merayakan pencapaian tim kesayangan yang kini tinggal selangkah lagi merebut juara Liga Indonesia 2025/2026.

Namun, suka cita itu juga dibarengi dengan sejumlah kejadian tidak diinginkan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mencatat setidaknya ada 19 insiden tabrakan lalu lintas dan satu peristiwa perkelahian massal usai konvoi kemenangan Persib pada Minggu malam, 17 Mei 2026.

"Semalam konvoi spontanitas dari warga Kota Bandung tercatat menyebabkan 19 kecelakaan lalu lintas dan satu tawuran," ujar Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 18 Mei 2026.

Farhan mengungkapkan, dari peristiwa perkelahian massal tersebut ada satu orang yang menjadi korban sabetan senjata tajam. Sementara itu, pelaku penganiayaan sudah diringkus aparat kepolisian dari Polsek Lengkong.

"Pelaku pembacokan sudah ditangkap di Polsek Lengkong. Pelaku diduga keras akibat pengaruh minuman keras, jadi itu kita amankan," kata Farhan.
 


Selain itu, dari 19 kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sebanyak 13 orang harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Mereka tersebar di 13 fasilitas kesehatan di Kota Bandung.

Farhan menyampaikan penghargaan kepada seluruh rumah sakit di Kota Bandung yang tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat tanpa menolak pasien korban euforia konvoi kemenangan Persib.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rumah sakit Kota Bandung yang telah mengikuti imbauan lisan bahwa tidak boleh ada layanan kesehatan masyarakat di Kota Bandung dari level satu sampai level tertinggi menolak pasien," beber Farhan.

Menurut Farhan, seluruh proses pembiayaan layanan kesehatan akan diurus secara administratif oleh pemerintah. Farhan memastikan sistem jaminan kesehatan di Kota Bandung tetap berjalan baik.

"Harapannya, tidak ada pasien yang ditolak. Masalah biaya akan diurus secara administrasi, karena insya Allah UHC kita ada, BPJS kita juga baik," sahut Farhan.


Ribuan Bobotoh saat merayakan kemenangan Persib Bandung di Flyover Pasupati, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (17/5/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)

Meski demikian, Farhan mengaku memahami kegembiraan para Bobotoh atas kemenangan Persib. Farhan bahkan menyebut Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan puncak hajatan pada 23 Mei mendatang. Tanggal tersebut merupakan laga terakhir penentu gelar juara bagi Persib kala menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

"Itu sebabnya saya imbau kepada seluruh warga bobotoh bahagia-bahagia, saya juga bahagia. Euforia luar biasa, kita persiapkan tanggal 23 puncak di Kota Bandung," tandas Farhan.

Akan tetapi, Farhan mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan keselamatan diri dan sesama ketika berpesta kemenangan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.

"Karena itu kan jadi penentuan. Tapi ingat, euforia tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain," ungkap Farhan.

Ia juga meminta Bobotoh menjauhi minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dinilai menjadi biang kerok berbagai insiden selama konvoi berlangsung.

"Hindari minuman keras dan obat-obat keras. Karena semua itu hanya akan merusak kegembiraan yang telah diciptakan oleh para pahlawan kita di lapangan hijau," pungkas Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)