Kudus Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 26 Januari

Banjir di salah satu desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hingga 26 Januari

Rhobi Shani • 21 January 2026 17:20

Kudus: Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berdampak langsung pada puluhan ribu warga. Untuk penanganan lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memperpanjang status tanggap darurat bencana.

Perpanjangan status tanggap darurat ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus Nomor 300.2.1/22/2026 tentang penetapan lanjutan tanggap darurat bencana angin kencang, banjir, dan longsor di Kabupaten Kudus tahun 2026.

"Perpanjangan penetapan status tanggap darurat bencana angin kencang, banjir dan longsor di Kabupaten Kudus tahun 2026 sampai 26 Januari 2026," kata Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, Rabu, 21 Januari 2026. 
 


SK yang ditandatangani Bupati Kudus menyatakan bahwa berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Nomor 300.2.1/0116/2026 tanggal 19 Januari 2026, ancaman bencana angin kencang, banjir, dan longsor masih ada. Oleh karena itu, penetapan status tanggap darurat perlu diperpanjang.

Bupati juga telah menggerakkan potensi sumber daya untuk menangani keadaan darurat bencana. Upaya pengurangan dampak lebih luas dilakukan dengan mempersiapkan infrastruktur yang ada.

"Penyiapan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Lalu, menggerakkan potensi untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi, TNI, Polri, perangkat daerah atau instansi terkait, serta unsur masyarakat lainnya," jelas Sam’ani. 


Kondisi banjir di Mejobo Kudus. Metrotvnews.com/ istimewa


Data BPBD Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 9.682 kepala keluarga (KK) atau 29.674 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi di tujuh kecamatan. Selain itu, 2.256 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut. Mereka tersebar di 12 titik lokasi pengungsian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)