Trump Sebut Armada Besar Militer AS Sedang Menuju Iran

Kapal perang Amerika Serikat (AS) dalam sebuah manuver. Foto: Anadolu

Trump Sebut Armada Besar Militer AS Sedang Menuju Iran

Fajar Nugraha • 23 January 2026 11:51

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan pengiriman armada besar menuju Iran sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Washington masih berupaya menghindari konflik militer terbuka dengan Teheran.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan dari Davos menuju Washington, [ada Kamis 22 Januari, Trump mengonfirmasi pengerahan kekuatan angkatan laut dalam skala besar. 

"Kami memiliki banyak kapal yang bergerak ke arah sana, hanya untuk berjaga-jaga. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," ujar Trump, seperti dikutip TRT World, Jumat, 23 Januari 2026.

Sejumlah pejabat militer AS mengonfirmasi bahwa gugus tugas kapal induk dan aset militer tambahan sedang bergerak menuju kawasan tersebut. Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang didampingi oleh sejumlah kapal perusak dan jet tempur, dilaporkan telah berpindah posisi dari wilayah Asia-Pasifik.

Selain armada laut, otoritas pertahanan AS juga sedang mempertimbangkan pengerahan sistem pertahanan udara tambahan untuk memperkuat posisi mereka di kawasan tersebut. Trump mengatakan bahwa Washington saat ini memantau pergerakan Teheran dengan sangat ketat.

Meskipun menunjukkan kekuatan militer yang masif, Trump berulang kali menegaskan bahwa pengerahan armada ini tidak berarti tindakan militer pasti akan dilakukan. Ia berharap kekuatan tersebut hanya berfungsi sebagai pencegah.

"Kami memiliki armada besar yang bergerak ke sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Saya lebih suka tidak melihat sesuatu (perang) terjadi," tambah Trump. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa Washington tetap akan merespons jika Teheran memutuskan untuk melanjutkan program nuklirnya.

Langkah ini menunjukkan kontras yang tajam antara seruan menahan diri yang dilontarkan Trump dengan skala kekuatan militer yang kini diposisikan di dekat wilayah Iran. Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam pengawasan ketat dunia internasional guna mengantisipasi eskalasi lebih lanjut.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)