Presiden AS DOnald Trump menyampaikan pidato setahun kepemimpinan kedua di Gedung Putih, Washington, Selasa, 20 Januari 2026. (whitehouse.gov)
Pidato Setahun Kepemimpinan Trump Diwarnai Keluhan dan Penegasan Ambisi Global
Willy Haryono • 21 January 2026 14:04
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingati satu tahun masa jabatan keduanya dengan menggelar konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC. Alih-alih merayakan capaian pemerintahan dengan nuansa optimistis, Trump justru lebih banyak melontarkan keluhan terhadap lawan politik dan media massa dalam pidato yang berlangsung lebih dari satu jam.
Trump, yang berusia 79 tahun, sempat menunjukkan sebuah map yang diklaim berisi daftar 365 pencapaian sejak dilantik kembali setahun lalu. Di hadapan wartawan, ia menyatakan secara terbuka bahwa Tuhan “sangat bangga” dengan pekerjaan yang telah ia lakukan selama satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Meski memaparkan berbagai klaim keberhasilan, Trump mengeluhkan minimnya apresiasi publik dan kembali menuduh media menyebarkan berita palsu. Ia juga menyinggung tingkat ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinannya yang disebut berada di kisaran rata-rata 55 persen, terutama dipicu oleh keresahan masyarakat akibat tingginya harga kebutuhan pokok.
Dalam pidatonya, Trump kembali mengulang sejumlah klaim kontroversial yang sebelumnya telah dibantah para ahli, termasuk tuduhan kecurangan dalam Pemilu Presiden 2020. Ia juga mengklaim harga obat-obatan resep telah turun drastis serta menyebut Amerika Serikat berhasil menarik investasi hingga 18 triliun dolar AS.
Terkait kebijakan luar negeri, Trump menegaskan rencananya untuk mengakuisisi Greenland tetap berjalan dengan alasan keamanan nasional. Saat ditanya sejauh mana langkah yang akan ia ambil terkait isu tersebut, Trump menjawab singkat, “Kalian akan segera mengetahuinya.”
Trump juga menolak usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menggelar pertemuan darurat negara-negara G7. Selain itu, ia membela operasi militer AS di Venezuela yang disebut berhasil menyingkirkan Nicolas Maduro, serta menyatakan ketertarikannya bekerja sama dengan tokoh oposisi Maria Corina Machado.
Di dalam negeri, Trump memuji tindakan tegas aparat imigrasi bergaya militer dalam menindak imigrasi ilegal. Sementara di Timur Tengah, ia menyatakan dukungannya kepada Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang baru-baru ini melancarkan serangan terhadap kelompok Kurdi, meski kelompok tersebut sebelumnya merupakan sekutu Washington.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Senator Demokrat Chuck Schumer melontarkan kritik tajam. Ia menilai sikap dan retorika Trump justru berpotensi membuat sang presiden semakin tidak populer di mata publik Amerika.
Usai konferensi pers, Trump dijadwalkan bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia. Dalam forum tersebut, ia berencana membela kebijakan tarif perdagangan AS serta kembali mengampanyekan ambisinya di kawasan Arktik. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Ditanya Wartawan soal Akuisisi Greenland, Trump: Kalian Akan Segera Mengetahuinya