Presiden AS Donald Trump dan tokoh oposisi Venezuela Maria Corina Machado. (EFE)
Trump Pertimbangkan Peran Machado dalam Lanskap Politik Venezuela
Muhammad Reyhansyah • 21 January 2026 12:32
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa, 20 Januari 2026, menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan melibatkan pemimpin oposisi Venezuela, Mara Corina Machado, dalam lanskap politik Venezuela, meski tanpa menjelaskan secara spesifik peran apa yang mungkin dijalankannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih dalam kesempatan menandai genap satu tahun masa jabatannya. Ucapan itu muncul beberapa hari setelah Machado, peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Trump sebagai simbol apresiasi atas perannya terkait Venezuela setelah penangkapan dramatis Presiden Nicolas Maduro.
“Kami sedang berbicara dengannya dan mungkin kami bisa melibatkannya dengan cara tertentu,” ujar Trump, seperti dikutip India Today, Rabu, 21 Januari 2026.
“Saya akan sangat senang bisa melakukan itu; Maria, mungkin kita bisa melakukannya,” tambah Trump.
Nada pernyataan ini menandai perubahan sikap dibandingkan awal Januari lalu, ketika Trump sempat mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Machado, meskipun pemerintahannya tetap menjalin kerja sama dengan pemerintahan sementara Venezuela.
Dalam keterangannya kepada pers, Trump memuji Machado sebagai sosok yang “sangat luar biasa dan sangat baik,” sembari kembali menyinggung gestur penyerahan Nobel tersebut. “Mungkin kita bisa melibatkannya,” kata Trump, seraya menggambarkan gagasan itu sebagai bentuk pendekatan diplomatik sekaligus penghormatan.
Trump juga menyampaikan pujian luas terhadap kerja sama antara Amerika Serikat dan Venezuela. “Dulu saya sangat menentang Venezuela, sekarang saya justru menyukai Venezuela,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa Caracas telah bekerja sama dengan Washington dengan sangat baik.
Ia menyinggung potensi masuknya investasi asing ke sektor minyak Venezuela, termasuk dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, dan menempatkan perkembangan itu sebagai bagian dari capaian pemerintahannya.
Sejak penangkapan Maduro, Gedung Putih tetap menjaga hubungan kerja dengan pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez.
Namun, sejumlah pengamat internasional terus menyuarakan kekhawatiran terkait represi politik dan lambannya transisi demokrasi di negara kaya minyak tersebut. Di sisi lain, koalisi oposisi yang dipimpin Machado mengklaim dukungan luas dari publik dan menegaskan komitmen pada jalur demokratis, meski arah kebijakan Washington masih belum sepenuhnya jelas.
Dalam kesempatan yang sama, Trump menegaskan dirinya tidak tertarik untuk berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di penjara Amerika Serikat setelah ditangkap oleh pasukan AS pada awal Januari.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan yang menuduh Venezuela turut mencampuri pemilihan presiden AS 2020, yang ia kalah, serta menanyakan kemungkinan dialog dengan Maduro terkait tuduhan tersebut.
“Saya rasa saya tidak akan melakukan itu. Saya pikir para pengacara saya akan sangat tidak senang,” kata Trump dalam konferensi pers.
Baca juga: Trump Sebut Machado Bisa Terlibat dalam Pemerintahan Venezuela