Gempa di Laut Maluku Dipicu Aktivitas Lempeng

Peta sebaran gempa tektonik di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. ANTARA/HO-BMKG

Gempa di Laut Maluku Dipicu Aktivitas Lempeng

Lukman Diah Sari • 22 May 2026 09:34

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, guncangan gempa tektonik terjadi di Laut Maluku, pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 08.05 WIB, dengan parameter magnitudo (M)5,8. BMKG menyebut gempa buni terjadi akibat aktivitas di Lempeng Laut Maluku. 

"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, dalam keterangan resmi laman BMKG, Jumat, 22 Mei 2026. 

Dia mengungkap bahwa pusat gempa terjadi di laut, pada jarak 117 Kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara. Gempa tersebut punya kedalaman 26 kilometer. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," jelas dia.

Wijayanto memastikan bahwa guncangan gempa tidak berpotensi tsunami. Selain itu, hingga pukul 08.20 WIB belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.

Wilayah Merasakan Guncangan Gempa

Wijayanto mengungkap sejumlah wilayah yang merasakan guncangan gempa. Dia mengungkap intensitas guncangan gempa dirasakan berbeda-beda dengan skala MMI.

Peta guncangan gempa. (tangkapan layar)

Gempa dirasakan di:

 

  • Batang Dua dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah)

  • Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, dan Manado dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)