ASEAN Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Perkuat Sektor UMKM

Ilustrasi kecerdasan buatan. (Anadolu Agency)

ASEAN Dorong Pemanfaatan Teknologi AI untuk Perkuat Sektor UMKM

Muhammad Reyhansyah • 14 September 2026 15:16

Jakarta: Jakarta: Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menekankan pentingnya memastikan manfaat kecerdasan buatan (AI) dan teknologi baru dapat dinikmati secara luas, terutama oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Asia Tenggara.

Kao menyampaikan hal tersebut pada pembukaan ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

“Nilai AI dan teknologi-teknologi baru pada akhirnya akan bergantung pada seberapa luas manfaatnya dibagikan—terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang tetap menjadi tulang punggung perekonomian kita serta sumber penting pekerjaan, penghidupan, dan peluang,” kata Kao.

Menurut Kao, AI dan teknologi baru akan membentuk tahap berikutnya dari transformasi ekonomi ASEAN. Namun, ia mengingatkan bahwa integrasi digital harus diikuti dengan peningkatan kapasitas perusahaan, pekerja, dan perekonomian di seluruh kawasan.

“Tugas yang lebih sulit adalah memastikan bahwa integrasi tidak melampaui inklusi, bahwa perusahaan, pekerja, dan perekonomian di seluruh ASEAN memiliki kapasitas untuk berpartisipasi dan bersaing secara adil,” ujarnya.

Kao mengatakan manfaat AI dan digitalisasi tidak akan tersebar secara merata di antara negara, sektor, perusahaan, dan pekerja. Perbedaan infrastruktur digital, keterampilan, akses terhadap modal, data, dan kemampuan teknologi berisiko memperkuat kesenjangan yang sudah ada.

Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana ASEAN dapat memastikan UMKM, pekerja, dan perekonomian yang lebih kecil mampu mengadopsi serta memperoleh manfaat dari AI, sekaligus memastikan peningkatan produktivitas dibagikan secara luas.

Fondasi Transformasi Digital ASEAN

Kao menambahkan bahwa ASEAN telah membangun fondasi transformasi digital melalui ASEAN Digital Masterplan, ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), serta ASEAN Guide on AI Governance and Ethics.

Namun, tujuan ASEAN, menurut dia, tidak boleh berhenti pada terbentuknya kawasan yang lebih digital.

“Tujuannya seharusnya bukan sekadar ASEAN yang lebih digital, tetapi ASEAN di mana kemajuan teknologi juga mendorong konvergensi ekonomi dan kohesi sosial,” katanya.

3rd ASEAN Think Tanks Summit digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada 14–15 September 2026, dengan tema “Navigating Our Future, Together."

Forum yang diselenggarakan Singapore Institute of International Affairs (SIIA) atas nama ASEAN-ISIS tersebut mempertemukan pakar dan lembaga riset ASEAN serta mitra dialog untuk membahas ketahanan, kerja sama kawasan, dan tantangan global. Hasil pembahasan akan berkontribusi pada policy memo untuk pertemuan tingkat tinggi ASEAN pada November 2026.

Baca juga: Sekjen Kao: Sentralitas ASEAN Harus Diperjuangkan di Tengah Rivalitas Strategis

(Willy Haryono)