Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Panglima Kopassus (Danjen Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi. Foto: Metro TV/Adinda Vinka.
Kemendes PDT dan Kopassus Berkolaborasi Percepat Pembangunan Desa di Bengkulu
Adinda Vinka • 10 September 2026 14:33
Jakarta: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menggelar program Karya Bakti berskala besar di Provinsi Bengkulu pada Oktober 2026. Program ini guna mempercepat pembangunan dari tingkat desa.
"Akan kita lakukan banyak kegiatan di desa, di antaranya mungkin perbaikan akses jalan, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, MCK, hingga perbaikan rumah warga, kemudian kehidupan ekonomi,” ujar Menteri Desa PDT Yandri Susanto usai melakukan pertemuan dengan Panglima Kopassus (Danjen Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2026.
Baca Juga :
Yandri menjelaskan bahwa kerja sama strategis ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi mendorong program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Sejumlah program unggulan seperti pengembangan Desa Ekspor dan Desa Wisata siap digencarkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Pertemuan Menteri Desa PDT Yandri Susanto dan Panglima Kopassus (Danjen Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi. Foto: Metro TV/Adinda Vinka.
Sementara itu, Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi menyampaikan bahwa program Karya Bakti ini dirancang dalam skala besar. Hal ini dimaksudkan agar memberikan dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat desa di Bengkulu.
"Sehingga kami berpikir dampaknya harus besar pada masyarakat sekitar. Alhamdullilah hasil diskusi dengan Bapak Menteri diberikan arahan dan dukungan langsung," ucap Yandri.
Guna memastikan kelancaran kegiatan di lapangan, Kemendes PDT dan Kopassus akan membentuk tim kerja gabungan untuk mematangkan persiapan teknis maupun nonteknis. Pelaksanaan program ini juga bakal melibatkan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, akademisi, pemuda, hingga partisipasi aktif masyarakat desa setempat.