Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka Turun ke Level 6.533
Eko Nordiansyah • 14 September 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 14 September 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 6.533,868.
IHSG dibuka melemah 7,51 poin atau 0,11 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,74 poin atau 0,11 persen ke posisi 648,98.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga bergerak melemah sebanyak 84,553 poin setara 1,29 persen ke level 6.456,824. IHSG berada di level tertinggi 6.543 dan terendah di 6.455.
Sebanyak 162 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 431 saham emiten lainnya melemah, dan 134 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,847 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 6,077 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.312,937 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp17.605/USD Senin Pagi
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG berpeluang rebound
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, 11 September 2026, IHSG ditutup melemah 47,96 poin atau 0,73 persen ke level 6.541,38.Pelemahan IHSG disebabkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap naiknya eskalasi konflik AS–Iran yang mendorong harga minyak menembus USD100 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan tekanan terhadap rupiah yang melemah hingga sekitar Rp17.600 per USD.
Di saat yang sama, tekanan jual investor asing terus berlanjut. Sebagai catatan, IHSG pekan lalu melemah 1,43 persen dipimpin melemahnya sektor Consumer Cyclicals (turun 3,17 persen), Technology (turun 3,14 persen), dan Properties (turun 2,62 persen).
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones menguat 0,98 persen, S&P 500 naik 0,86 persen, dan Nasdaq meningkat 0,96 persen. Penguatan saham AS didorong stabilnya harga minyak dan turunnya yield Treasury AS, sehingga kekhawatiran inflasi dan tekanan suku bunga untuk sementara mereda.
Kondisi ini mendorong risk appetite dan aksi beli kembali, terutama pada saham teknologi dan sektor sensitif suku bunga, ditambah sentimen positif dari kenaikan saham seperti Dell, AMD, dan Intel. Sebagai catatan, sepekan terakhir Dw Jones turun 1,57 persen, S&P 500 melemah 0,80 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,66 persen.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, pada perdagangan hari ini, IHSG berpeluang terjadi teknikal rebound pasca penurunan yang cukup dalam pada perdagangan sebelumnya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.