Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memberikan masker ke para pengguna jalan di Kota Tangerang.
PJJ di Kota Tangerang Diperpanjang hingga 11 September
Hendrik Simorangkir • 9 September 2026 16:16
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik hingga Jumat, 11 September 2026. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang.
Perpanjangan PJJ dilakukan setelah Pemkot Tangerang menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi Banten. Sebelumnya, kegiatan belajar dari rumah telah diberlakukan sejak Senin, 7 September 2026, selama tiga hari.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan keputusan memperpanjang PJJ tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama pemerintah.
"Karena kesehatan itu segalanya buat anak-anak kita. Jadi kita bukan berpikir hanya untuk hari ini. Bagaimana proses belajar mengajar anak-anak kita terus berjalan, dengan menjaga kesehatan masing-masing," ujar Sachrudin, Rabu, 9 September 2026.
Penerapan PJJ diharapkan tetap menjaga kegiatan belajar mengajar berjalan sekaligus memberikan perlindungan bagi peserta didik di tengah kondisi paparan abu vulkanik.
Sachrudin juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat. Upaya menjaga kesehatan, menurutnya, tidak hanya menjadi perhatian pihak sekolah, tetapi perlu dilakukan setiap individu.
"Masalah kesehatan ini buat semuanya. Masyarakat tetap waspada, tidak perlu panik, tapi waspada. Menjaga kesehatan itu dari diri kita masing-masing. Kita lindungi diri kita agar tetap sehat," kata Sachrudin.
Pemkot Tangerang turut mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
"Saat ini diharapkan semuanya untuk menggunakan masker," ucap Sachrudin.
.jpg)
Ilustrasi udara. (MI/Usman Iskandar)