Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste saat ditemui awak media di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 14 September 2026. (Metrotvnews.com))
Jerman Buka Opsi Kontrak Baru Airbus usai Kirim Dua A400M ke Indonesia
Muhammad Reyhansyah • 14 September 2026 18:43
Jakarta: Jerman berharap dapat memperluas kerja sama pertahanan dengan Indonesia melalui kontrak baru Airbus, setelah perusahaan tersebut mengirimkan dua pesawat angkut militer A400M ke Indonesia.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste mengatakan kerja sama pertahanan antara Jerman dan Indonesia masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Ia menyebut Airbus telah mengirimkan dua pesawat A400M dan pihaknya siap melakukan lebih banyak kerja sama.
“Airbus, konsorsium Eropa, telah mengirimkan dua pesawat angkut besar A400M ke Indonesia, dan kami siap melakukan lebih banyak lagi,” kata Beste saat ditemui awak media usai pembukaan ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) ke-3 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Pernyataan itu disampaikan ketika Beste ditanya mengenai kemungkinan adanya kontrak pengadaan pertahanan baru antara Indonesia dan Airbus.
“Itu tentu menjadi harapan. Namun, hal tersebut tentu bergantung pada perundingan bilateral,” ujarnya.
Beste memastikan Jerman memiliki tawaran kerja sama dan terbuka untuk memperluas hubungan militer dengan Indonesia. “Ada tawaran, dan kami bersedia melakukan lebih banyak kerja sama di bidang militer,” kata dia.
Ketika kembali dikonfirmasi apakah peluang kerja sama tersebut mencakup Airbus, Beste menjawab, “Ya, dengan Airbus.”
Indonesia telah menerima dua pesawat angkut militer Airbus A400M Atlas yang kontrak pembeliannya ditandatangani pada 2021. Pesawat pertama tiba di Indonesia pada November 2025, sedangkan unit kedua menyusul pada akhir Maret 2026.
Spesifikasi A400M
Mengutip Antara, A400M memiliki kapasitas muatan hingga 37 ton dan dapat membawa sekitar 116 personel dengan perlengkapan tempur atau hingga 160 penumpang.Pesawat tersebut juga dapat mengangkut kendaraan militer dan peralatan berat, memiliki jangkauan sekitar 3.300 kilometer dengan muatan maksimum, serta dirancang untuk beroperasi dari landasan pendek maupun landasan yang tidak dipersiapkan secara sempurna.
Selain kerja sama melalui Airbus, Beste mengatakan Jerman juga ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang keamanan maritim.
Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pengadaan kapal selam seperti yang dilakukan Prancis, tetapi juga kapal riset untuk membantu Indonesia mempelajari jalur utama perdagangan internasional.
“Kami juga bekerja sama di bidang keamanan maritim, tidak hanya dengan mengirimkan kapal selam seperti Prancis, tetapi juga kapal riset untuk Indonesia,” kata Beste.
Kapal riset tersebut, lanjut dia, dapat membantu Indonesia memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai jalur perdagangan internasional dan cara melindungi jalur pelayaran tersebut.
Beste menilai keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara memiliki arti penting bagi Eropa. Karena itu, Jerman ingin bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk menjaga keterbukaan jalur laut agar perdagangan internasional tetap berjalan.
“Kami melihat keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara juga sangat penting bagi keamanan Eropa,” ujarnya.
Baca juga: Dubes Jerman Soroti Potensi Besar Perluasan Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia