Kemenhut: Jumlah Hotspot Karhutla Nasional Turun Menjadi 567 Titik

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi. Foto: Akun Instagram @kemenhut.

Kemenhut: Jumlah Hotspot Karhutla Nasional Turun Menjadi 567 Titik

Fachri Audhia Hafiez • 13 September 2026 18:54

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat adanya penurunan jumlah titik panas (hotspot) tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional. Hal ini berdasarkan dari hasil pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi).

"Pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu malam, 12 September 2026, mencatat 567 titik hotspot high confidence secara nasional, turun 121 titik dibandingkan pemantauan sebelumnya," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, dalam keterangannya di akun Instagram @kemenhut, Minggu, 13 September 2026.
 


Ristianto memaparkan, dari enam provinsi prioritas, hotspot tertinggi masih terdeteksi di Kalimantan Tengah sebanyak 197 titik, meski telah mengalami penurunan dari sebelumnya 271 titik. Sebaliknya, peningkatan titik panas justru tercatat di Kalimantan Barat dengan 91 titik dan Sumatra Selatan sebanyak 62 titik.

Di sisi lain, Kalimantan Selatan mencatatkan penurunan menjadi 7 titik. Sedangkan wilayah Riau dan Jambi tidak terdeteksi adanya hotspot high confidence selama dua hari terakhir.

Guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kemenhut terus memperkuat penanganan lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah cepat ini direalisasikan sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bertindak lebih dini sebelum titik panas berkembang menjadi kebakaran besar.


Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Dok. Istimewa.

Sepanjang sepekan terakhir, OMC di Kalimantan Barat telah dilaksanakan sebanyak 9 sortie dengan menyamai 7.200 kg bahan semai yang menghasilkan estimasi curah hujan hingga 87,9 juta m³. Sementara di Kalimantan Tengah, operasi telah digelar sebanyak 7 sortie menggunakan 5.600 kg bahan semai dengan estimasi hujan mencapai 22,9 juta m³.

Mengenai dampak karhutla, Ristianto menyampaikan bahwa kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih bertahan di kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa kawasan di Sumatra dan Kalimantan masih dihadapkan pada kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Guna mengantisipasi dampak buruk paparan asap, Kemenhut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker terutama bagi kelompok rentan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan.

(Fachri Audhia Hafiez)