Ilustrasi Gedung Danantara. Foto: dok Danantara.
BUMN Makin Ramping, Danantara Dinilai Pulihkan Optimisme Publik
Arga Sumantri • 14 August 2026 18:41
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam melakukan perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Prabowo, langkah tersebut telah menghasilkan penghematan biaya overhead lebih dari Rp50 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen biaya, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, serta perjalanan dinas yang kerap dilakukan di perusahaan pelat merah.
"Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto memaparkan hasil transformasi BUMN di Sidang tahunan MPR 2026. Dok Tangkapan layar.
Danantara Sempat Diragukan
Sejak pertama kali dibentuk, Danantara sempat diliputi keraguan publik. Muncul berbagai pertanyaan, apakah aset negara bisa dikelola lebih produktif jika dikonsolidasikan dalam payung Danantara?Kini, sejumlah indikator kinerja mulai menjawab pertanyaan tersebut. Data terbaru menunjukkan sejumlah BUMN mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan di era Danantara.
Data laba sejumlah BUMN menunjukkan momentum positif. Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, laba BUMN naik signifikan. Laba PT Timah, misalnya, yang naik 804,7 persen, dan Pupuk Indonesia naik 253 persen.
Kemudian, laba Semen Indonesia naik 196,5 persen, Pegadaian naik 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.
Selain itu, tercatat kisah turnaround dari dua BUMN yang sebelumnya merugi seperti Krakatau Steel dan Kimia Farma. Keduanya kini berhasil membukukan laba. Meski periode pencatatannya berbeda-beda, arah kinerjanya menunjukkan tren yang sama yakni angka positif.
Mengembalikan Optimisme
Pengamat Komunikasi Hendri Satrio menyebut peran penting Danantara tak hanya sekadar membangkitkan kinerja BUMN, melainkan telah mengembalikan optimisme publik."Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," kata Hendri di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Perbaikan kinerja BUMN saat ini juga disebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari sejumlah perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN di bawah Danantara. Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengapresiasi kinerja positif Danantara dalam mereformasi BUMN.
"Itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre.
Menurut dia, kemitraan tersebut mulai dari proses streamlining yang sedang dikerjakan oleh Danantara terkait pengurangan BUMN, sehingga semakin efektif dan efisien. Ia mengatakan keputusan pembentukan Danantara telah menghasilkan hasil yang positif.
"Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," kata Andre.
Baca Juga :
Danantara Sumberdaya Indonesia Temukan Potensi Tambahan USD5 Miliar dari Ekspor 3 Komoditas
BUMN Lebih Fokus
Kehadiran Danantara juga dinilai membuat BUMN semakin fokus ke bisnis inti dan mengurangi aktivitas yang tidak menciptakan value. Streamlining membuat struktur, proses, dan biaya ditata ulang agar lebih ramping dan disiplin. Selain itu, aset negara di BUMN dioptimalkan agar menghasilkan return, bukan sekadar tercatat di neraca.Anggota DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan Danantara memperkuat sinergi antar-BUMN untuk membuka peluang economies of scale dan economies of scope. Intinya, aset negara dinilai tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus menghasilkan value.
Menurut Bamsoet, reformasi BUMN merupakan langkah yang berani dan penting karena terlalu banyak perusahaan negara yang tidak produktif justru dapat membebani keuangan negara. BUMN harus diisi oleh perusahaan yang sehat, profesional, produktif dan mampu menciptakan nilai tambah.
"Namun, restrukturisasi juga harus dijalankan secara transparan, akuntabel dan profesional agar tujuan akhirnya benar-benar meningkatkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian dan penerimaan negara,” kata Bamsoet.
BUMN yang moncer juga dinilai bukan hanya soal aset besar. BUMN yang sehat lahir dari aset yang dikelola disiplin, organisasi yang efisien, dan manajemen yang profesional.