Cerita Bupati Indramayu, Nyaris Dipeluk Terduga ODGJ saat Upacara HUT RI

Bupati Indramayu Lucky Hakim. Foto: Istimewa.

Cerita Bupati Indramayu, Nyaris Dipeluk Terduga ODGJ saat Upacara HUT RI

Rahmatul Fajri • 18 August 2026 08:24

Jakarta: Bupati Indramayu Lucky Hakim menceritakan pengalamannya saat upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) pada Senin, 17 Agustus 2026. Lucky nyaris dipeluk terduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tau mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera," kata Lucky dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.

Peristiwa tak terduga ini memantik ketegangan sesaat ketika prosesi sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih tengah berlangsung khidmat. Pasalnya, wanita misterius tersebut tiba-tiba merangsek masuk ke tengah lapangan terbuka yang dipadati ribuan pasang mata penonton. 

Lucky menyebut jajaran petugas pengamanan langsung bertindak tanggap mengadang pergerakan sang ibu sebelum sempat menjangkau mimbar kehormatan. Pria berusia 48 tahun yang juga mantan pesohor layar kaca ini tetap berdiri tegap mendampingi jajaran Forkopimda tanpa membatalkan prosesi penghormatan.

Sementara itu, petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP segera mengevakuasi sang wanita menuju RSUD Indramayu guna mendapatkan penanganan medis secara manusiawi. Figur publik pencinta satwa ini pun mengaku hanya bisa mendengar keriuhan dari arah belakang panggung tanpa menoleh sedikit pun.

"Iya Lalu diamankan ke arah belakang, saya nggak bisa liat karena lagi posisi hormat bendera, bersama kapolres dan dandim, mungkin diamankan," kata Lucky.

Meski sempat memicu kepanikan kecil di tengah lapangan, Lucky menyikapi dinamika lapangan tersebut dengan kepala dingin dan santai. Di sisi lain, ia memastikan seluruh aparat memperlakukan warga tersebut secara persuasif tanpa ada tindakan kekerasan fisik.

"Saya sempet tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanis lah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya, kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut,, yaa ini ibarat kejutan unik aja hehehe," kata Lucky.

Selain insiden ODGJ tersebut, upacara kemerdekaan ini menyedot perhatian publik karena Lucky Hakim sengaja meniadakan tenda peneduh dan kursi khusus pejabat. Alhasil, seluruh jajaran birokrasi dan anggota dewan wajib berdiri tegap berjemur di bawah sengatan matahari selama dua jam penuh.

Lucky memohon maaf kepada para undangan yang terdiri atas anggota dewan, DPRD, para para pejabat, dan petinggi. Karena, Lucky tidak menyediakan kursi, dan mengajak semuanya sama sama berdiri dua jam di lapangan.

"Maaf kan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh, sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini, kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D," kata Lucky.


Upacara Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Indramayu. Foto: Istimewa.

Oleh sebab itu, Lucky merancang kebijakan tanpa perlakuan istimewa ini demi menyuntikkan kepekaan sosial ke dalam nurani para pejabat birokrasi. Ia menuntut para ASN agar selalu mengingat perjuangan rakyat kecil yang terpapar terik matahari saat mereka merumuskan kebijakan di ruang berpendingin udara.

"Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan berAC, duduk di kursi nan nyaman dengan hudangan cemilan nikmat, kita akan ingat moment upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yg juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari," pungkas Lucky.

(Gabriella Thesa Widiari)