Ruas Jalan Rusak Akibat Gempa Flores, Sabtu (15/8). Tangkapan Layar Video
Gempa M 7,7 Putus Jalur Ende-Nagekeo, Gubernut NTT: Bantuan Terkendala
Palce Amalo • 15 August 2026 11:52
Flores: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan sejumlah ruas jalan di Pulau Flores mengalami kerusakan dan putus akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia mengungkapkan berdasarkan laporan sementara, sejumlah titik yang selama ini rawan longsor kini longsor dan memutus akses jalan seperti alur Ende-Nagekeo dan Ende-Maumere.
“Kita agak susah sekarang menggerakkan bantuan kalau dari Ende ke Nagekeo atau dari Ende ke Maumere,” kata Melkiades, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mendistribusikan bantuan darurat. Akses menuju Nagekeo dapat dipertimbangkan melalui wilayah Soa, sementara jalur laut menjadi opsi alternatif lainnya melalui Marapoko.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT tetap menggelar Pameran Pembangunan yang dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu malam. Namun, kegiatan tersebut diubah dan mengusung tema “Peduli Gempa Flores” sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Pameran tersebut tetap dilaksanakan karena melibatkan hampir 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gubernur NTT Melki Laka Lena (tengah) memberikan keterangan di Polda NTT terkait gempa di Flores. ANTARA/Kornelis Kaha
Terkait putusnya akses jalan tersebut, Gubernur Melki meminta seluruh kontraktor yang memiliki alat berat segera membantu membuka akses jalan yang tertutup longsor maupun reruntuhan akibat gempa. Alat berat tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembukaan jalur agar tim penyelamat, bantuan logistik, dan kebutuhan masyarakat dapat segera menjangkau wilayah terdampak.
Selain membuka akses, Pemerintah Provinsi NTT juga mulai menyiapkan bantuan awal bagi warga terdampak. Bantuan berupa makanan dan beras disiapkan untuk segera didistribusikan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
"Pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan penanganan bencana, termasuk mobilisasi bantuan ke wilayah yang akses daratnya mengalami gangguan," ujarnya.