Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Foto: Dok. PBSI.
Jonatan Christie Keluhkan Shuttlecock di All England 2026
Anggi Tondi Martaon • 5 March 2026 03:39
Jakarta: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengeluhkan shuttlecock All England 2026. Pria yang akrab disapa Jojo itu merasa shuttlecokc yang digunakan jauh lebih berat.
“Tidak menyangka shuttlecock-nya lumayan berat dan tidak ada angin, mirip dengan kondisi di All England 2024 tapi laju bolanya lebih lambat. Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga,” kata Jojo dikutip dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Jojo membuat kondisi tersebut cukup menyulitkan. “Harus lebih sabar lagi dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan-pukulannya tidak pas, ketika smes misalnya bolanya agak berhenti,” ungkap Jojo.
Jojo berharap bisa tampil jauh lebih baik lagi ke depannya. Meski demikian, pebulu tangkis berusia 28 tahun tersebut mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraih di turnamen BWF Super 1000 kali ini karena telah melakukan persiapan yang cukup matang.
Jawara All England 2024 ini mengatakan bahwa telah banyak kejutan-kejutan yang muncul di sektor tunggal putra pada All England. Oleh sebab itu Jojo menyebut bahwa setiap pertandingan memanglah tidak mudah untuk dilalui karena persaingan pemain jauh lebih merata.

Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Medcom.id.
“Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Tapi memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final,” ujar Jojo.
Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Rabu, 4 Maret 2026, Jojo sukses mengandankan perlawanan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 10-21, dan 21-15.