Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: BPMI Setpres via website Kementerian ESDM.
LNG Abadi Masela Telan Investasi Rp342 Triliun, Bahlil: 60% Gas untuk Domestik
Husen Miftahudin • 16 July 2026 15:23
Tanimbar: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan nilai investasi Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela mencapai sekitar USD21 miliar atau setara Rp342 triliun. Nilai tersebut telah mencakup tambahan investasi sekitar USD1 miliar untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).
"Investasi ini kurang lebih USD20,95 miliar atau USD21 miliar," ujar Bahlil Lahadalia dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Tanimbar, Maluku, dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Bahlil menjelaskan proyek LNG Abadi Masela dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 35 ribu barel kondensat per hari, serta sekitar 150 juta kaki kubik gas alam per hari.
Pemerintah menargetkan sebagian besar produksi gas dari proyek tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
"Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor," ungkap Bahlil.
Menurut Bahlil, proyek LNG Abadi Masela akan berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

(Ilustrasi, sistem pipa gas LNG. Foto: dok Xinhua)
Dukung transisi energi
Bahlil mengatakan penerapan teknologi CCS atau Penangkapan dan Penyimpanan Karbon menjadi bagian dari upaya mendukung agenda transisi energi nasional. Teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aspek keberlanjutan dalam pengembangan proyek gas alam.
Selain memperkuat pasokan energi, proyek LNG Abadi Masela juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui investasi jangka panjang, percepatan pembangunan di kawasan Indonesia Timur, serta penciptaan lapangan kerja.
"Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi. Ini masa konstruksi, ya," kata Bahlil.
Diketahui, proyek LNG Abadi Wilayah Kerja (WK) Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi. INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela, Ltd., bertindak sebagai operator proyek tersebut.
Lapangan Abadi berada di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku, sekitar 12 mil dari pulau terdekat dan sekitar 750 kilometer di selatan Ambon. Wilayah kerja tersebut memiliki kedalaman laut sekitar 400 hingga 800 meter. Bagian selatan Blok Masela berbatasan dengan wilayah laut Indonesia-Australia, sementara seluruh area blok tetap berada di wilayah yurisdiksi Indonesia.