Serangan AS ke Iran makin gencar dan menghantam insfrasturktur penring. Foto: Anadolu
AS Perluas Operasi Militer, Sejumlah Kota di Iran Diguncang Serangan
Muhammad Reyhansyah • 20 July 2026 09:32
Tabriz: Ledakan terdengar pada Senin dini hari, 20 Juli 2026 di Kota Tabriz, Iran barat laut, yang menjadi serangan pertama yang dilaporkan di wilayah tersebut sejak Amerika Serikat (AS) memulai kampanye militer terbarunya terhadap Iran.
Televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sejumlah ledakan terjadi di Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan, di tenggara Iran.
Kantor Berita Mehr juga melaporkan beberapa ledakan di Dashti, Provinsi Bushehr, serta sedikitnya tiga ledakan di Jask dan beberapa ledakan di Sirik, yang keduanya berada di Provinsi Hormozgan.
"Sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak yang disebut sebagai drone musuh di wilayah selatan Iran," tulis laporan Mehr, dikutip dari Anadolu.
Selain itu, sistem pertahanan udara juga diaktifkan di Konarak, Provinsi Sistan dan Baluchestan.
Sementara itu, Kantor Berita Tasnim melaporkan serangan Amerika Serikat di Khormoj, Provinsi Bushehr, menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Tasnim juga melaporkan ledakan terjadi di Kota Bandar Mahshahr dan Bandar Imam Khomeini di Provinsi Khuzestan, Iran barat daya.
Serangan AS Berlanjut
Perkembangan ini terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan gelombang terbaru serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut. CENTCOM menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam pelayaran di Selat Hormuz.Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menyasar negara-negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.
Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan damai. Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir akibat eskalasi di Selat Hormuz yang memicu saling serang antara kedua pihak.