Daya Tarik Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi: Religi, Budaya, dan Kuliner

Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi/Jadesta Kemenpar.

Daya Tarik Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi: Religi, Budaya, dan Kuliner

Daviq Umar Al Faruq • 16 July 2026 18:39

Malang: Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama ini kerap diidentikkan dengan berbagai cerita mistis. Namun, di balik citra tersebut, kawasan ini memiliki Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi yang sukses dikembangkan sebagai destinasi wisata ritual dan budaya berbasis sejarah serta tradisi masyarakat setempat.

Berdasarkan profil pada Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, desa ini berlokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Potensi utamanya adalah wisata ritual dan budaya yang berpusat di kawasan Pesarean Gunung Kawi, yang sekaligus menjadi salah satu tujuan ziarah populer di Jawa Timur.

Mengutip situs resmi Pesarean Gunung Kawi, kawasan ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Eyang Djoego (Kanjeng Kyai Zakaria II) dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono. Sejarah pesarean bermula sejak dimakamkannya Eyang Djoego pada 1871, yang kemudian berkembang menjadi kawasan wisata religi di bawah pengelolaan Yayasan Ngesti Gondo.


 Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi/Jadesta Kemenpar.

Selain sebagai lokasi ziarah, Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi memiliki peninggalan bangunan bersejarah. Data Jadesta mencatat terdapat masjid berarsitektur Demak, Klenteng Dewi Kwan Im, Tiekong, dan Ciamsi yang menjadi daya tarik tersendiri. Di sekitar pesarean juga terdapat kawasan pertokoan yang memperlihatkan harmoni kehidupan masyarakat dari latar belakang etnis dan budaya yang beragam.

Pengembangan desa wisata ini tidak hanya terpaku pada wisata religi. Pengelola turut menghadirkan atraksi budaya seperti pagelaran wayang kulit, seni karawitan, dan tari tradisional Jawa yang diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu.

Di samping atraksi budaya, pesona lokal lainnya juga diperkenalkan kepada pengunjung lewat hasil bumi dan kuliner khas. Kopi, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta aneka makanan tradisional menjadi bagian dari potensi lokal yang terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Untuk memudahkan wisatawan, situs resmi Pesarean Gunung Kawi menyediakan berbagai informasi komprehensif. Pengunjung dapat mengakses panduan sejarah kawasan, pedoman berkunjung, agenda kegiatan budaya dan religi, hingga informasi mengenai pelaksanaan tradisi selamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelola untuk memperkenalkan nilai sejarah dan budaya yang luhur.

Kehadiran Desa Wisata Pesarean Gunung Kawi menegaskan bahwa identitas kawasan ini tidak sekadar terikat pada cerita mistis belaka. Kini, Gunung Kawi tampil memikat dengan perpaduan wisata religi, sejarah, budaya, kuliner, dan harmoni kehidupan masyarakat lokal yang menjadi daya tarik unggulan di Kabupaten Malang.

(Lukman Diah Sari)