12 Rekor yang Dipecahkan pada Piala Dunia 2026: Tim hingga Individu

Timnas Spanyol merayakan gelar juara Piala Dunia 2026. Foto: X/@SpainIsFootball

12 Rekor yang Dipecahkan pada Piala Dunia 2026: Tim hingga Individu

Riza Aslam Khaeron • 21 July 2026 14:06

Jakarta: Gelaran Piala Dunia 2026 resmi berakhir usai Spanyol menundukkan Argentina 1-0 di laga final. Turnamen terakbar yang untuk pertama kalinya melibatkan 48 negara ini terbilang sukses besar. FIFA bahkan diperkirakan mengantongi pendapatan melebihi $9 miliar (sekitar Rp160 triliun) dari ajang tersebut.

Di balik kesuksesan tersebut, lahir serangkaian rekor tim maupun individu yang berhasil menumbangkan catatan bersejarah berumur puluhan tahun. Berikut daftar lengkapnya:

1. Jumlah Penonton Terbanyak dalam Sejarah

Piala Dunia 2026 memecahkan rekor penonton stadion terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Secara keseluruhan, ada 6.810.966 penonton yang memadati 104 pertandingan di ketiga negara tuan rumah.

Capaian ini melampaui rekor terdahulu pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, dengan rata-rata penonton edisi 2026 mencapai lebih dari 65 ribu orang di tiap pertandingan.

Rekor penonton harian pun pecah pada 16 Juni 2026. Sebanyak 281.223 pasang mata menghadiri empat laga yang digelar pada hari tersebut, menggeser rekor 277.070 penonton yang bertahan sejak 28 Juni 1994.
 

2. Rekor 308 Gol dalam Satu Turnamen

Format baru memicu ledakan gol, di mana 308 gol tercipta dari 104 pertandingan, atau rata-rata 2,96 gol per laga. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam satu edisi Piala Dunia, melewati rekor edisi 2022 yang menghasilkan 172 gol.

Momen bersejarah juga lahir dari kaki Enzo Fernández. Golnya saat Argentina mengalahkan Mesir di babak 16 besar tercatat sebagai gol ke-3.000 sepanjang sejarah putaran final Piala Dunia.
 

3. Spanyol Juara Gelar Putra dan Putri

Spanyol mencatatkan rekor langka sebagai negara pertama yang memegang gelar Piala Dunia putra dan putri secara bersamaan. Tim putri Spanyol sebelumnya telah meraih trofi Piala Dunia Wanita 2023, lalu disusul tim putra yang menjuarai Piala Dunia 2026.

Bagi tim putra Spanyol, ini merupakan gelar dunia kedua mereka setelah 2010. Menariknya, kedua trofi tersebut diraih melalui skenario yang persis sama: menang 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
 

4. Pertahanan Paling Kokoh dalam Sejarah Juara

Spanyol mengukir perjalanan menuju tangga juara dengan pertahanan fantastis. Mereka hanya kebobolan satu gol dari delapan pertandingan—catatan kebobolan tersedikit bagi sebuah tim juara Piala Dunia.

Satu-satunya pemain yang sanggup membobol gawang Spanyol adalah Charles De Ketelaere saat Belgia kalah 1-2 di perempat final. Sebelum gol tersebut lahir, kiper Unai Simón mencatatkan rekor tak kebobolan (clean sheet) selama 650 menit beruntun.

Secara total, Unai Simón mengemas tujuh pertandingan tanpa kebobolan, menjadi rekor clean sheet terbanyak bagi seorang penjaga gawang dalam satu edisi Piala Dunia.
 

5. Kylian Mbappé Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Kylian Mbappé menutup Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol sekaligus menyabet Sepatu Emas. Tambahan amunisi tersebut membuat koleksi totalnya menjadi 22 gol dari 22 pertandingan di tiga edisi Piala Dunia.

Striker Prancis ini resmi melampaui Lionel Messi yang mengoleksi 21 gol. Meski Messi sempat mengambil alih rekor Miroslav Klose di fase grup, Mbappé melesat ke puncak usai mencetak dua gol di laga perebutan peringkat ketiga melawan Inggris.

Selain itu, Mbappé menegaskan dominasinya di fase gugur dengan memperpanjang rekor gol terbanyak: 12 gol dari 12 laga babak gugur.


Lamine Yamal di Piala Dunia 2026. Foto: X/@SpainIsFootball
 

6. Lionel Messi Tampil 34 Pertandingan

Lionel Messi memperpanjang rekor penampilannya di Piala Dunia menjadi 34 pertandingan. Sang kapten Argentina tercatat tampil dalam enam edisi berbeda sejak melakoni debutnya pada 2006.

Di usia 39 tahun 25 hari saat tampil di laga final melawan Spanyol, Messi menjadi pemain non-kiper tertua yang berlaga di final Piala Dunia. Ia melewati catatan Gunnar Gren (Swedia) yang tampil di final 1958 pada usia 37 tahun 241 hari.

Messi juga menobatkan diri sebagai pencetak trigol (hat-trick) tertua di Piala Dunia pada usia 38 tahun 357 hari saat membobol gawang Aljazair di fase grup. Catatan ini mematahkan rekor Cristiano Ronaldo (33 tahun 130 hari) di Piala Dunia 2018.

Tak berhenti di situ, Messi mencatatkan rekor beruntun selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan Piala Dunia, rangkaian terpanjang yang pernah diukir seorang pemain.
 

7. Cristiano Ronaldo Mencetak Gol di Enam Edisi

Cristiano Ronaldo mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Rekor ini dipastikan saat ia menyumbang dua gol dalam kemenangan 5-0 Portugal atas Uzbekistan.

Pemain yang konsisten membobol gawang lawan sejak edisi 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022 ini melengkapi catatan fantastisnya pada usia 41 tahun di edisi 2026.

Gol tersebut sekaligus menempatkan Ronaldo sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia, persis di bawah legenda Kamerun, Roger Milla.
 

8. Rekor Remaja Lamine Yamal dan Pau Cubarsí

Lamine Yamal dan Pau Cubarsí menjadi pemain remaja keempat dan kelima yang sukses tampil di final Piala Dunia sebelum genap berusia 20 tahun, mengikuti jejak Pelé (1958), Giuseppe Bergomi (1982), dan Kylian Mbappé (2018).

Kedua pemain muda Spanyol ini juga dipercaya tampil dalam delapan laga sepanjang turnamen, menjadi rekor penampilan terbanyak bagi pemain di bawah usia 20 tahun dalam satu edisi.
Yamal dan Cubarsí pun melengkapi kisah manis mereka dengan mengakhiri turnamen sebagai juara dunia bersama jejak Pelé, Bergomi, dan Mbappé.
 
Baca Juga:
Spanyol Kalahkan Argentina, Yamal Masuk Daftar Pemain Termuda Juara Piala Dunia
 

9. Luis de la Fuente Pelatih Juara Tertua

Di usia 65 tahun 28 hari saat membawa Spanyol mengangkat trofi, Luis de la Fuente mencatatkan namanya sebagai pelatih tertua yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Ia melewati rekor pendahulunya, Vicente del Bosque, yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 pada usia 59 tahun.
 

10. Dick Advocaat Pelatih Tertua dalam Sejarah

Dick Advocaat mengukir rekor sebagai pelatih tertua yang pernah mendampingi tim di pertandingan Piala Dunia. Pelatih timnas Curaçao ini berusia 78 tahun 271 hari saat memimpin anak asuhnya menghadapi Pantai Gading.

Advocaat mematahkan rekor terdahulu milik Otto Rehhagel, yang menangani Yunani di Piala Dunia 2010 pada usia 71 tahun.
 

11. Jude Bellingham Pemain Termuda Raih 10 Penampilan

Jude Bellingham menjadi pemain termuda yang berhasil mengantongi 10 penampilan di Piala Dunia. Gelandang asal Inggris ini baru berusia 23 tahun 6 hari saat berlaga melawan Meksiko di babak 16 besar.

Ia menggeser rekor Mario Kempes (Argentina) yang mencapai penampilan ke-10 pada usia 23 tahun 334 hari di Piala Dunia 1978.

Bellingham menutup turnamen dengan total tujuh gol, angka terbanyak yang pernah dicetak oleh gelandangan pemain Inggris dalam satu edisi Piala Dunia.
 

12. Kanada Cetak Enam Gol dalam Satu Laga

Kanada meraih kemenangan telak 6-0 atas Qatar di fase grup. Hasil fantastis ini membuat Kanada menjadi tim pertama dari zona CONCACAF yang sanggup mencetak lebih dari empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Kemenangan besar tersebut sekaligus menjadi hasil terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Kanada di panggung Piala Dunia.

Rangkaian rekor di atas mempertegas bahwa Piala Dunia 2026 merupakan salah satu edisi paling bersejarah. Format anyar memberi panggung lebih luas bagi banyak negara, sementara kolaborasi antar-generasi pemain berhasil melahirkan rekor-rekor baru yang akan menjadi standar tinggi di masa mendatang.

(Riza Aslam Khaeron)