Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding/Metro TV/Kautsar
Sempat Dicopot, Kini Dilantik Lagi: Ini Profil Abdul Kadir Karding di Badan Karantina Indonesia
Lukman Diah Sari • 27 April 2026 15:34
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik sejumlah pejabat, dalam perombakan Kabinet Merah Putih, sore ini, Senin, 27 April 2026. Salah satu nama yang disebut adalah Abdul Kadir Karding, dan akan dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dalam Kabinet Merah Putih periode Oktober 2024–September 2025. Namun, dia terkena reshuffle dari Kabinet Merah Putih dan digantikan politikus Golkar Mukhtarudin.

Abdul Kadir Karding/Metro TV/Kautsar
Profil Abdul Kadir Karding
Abdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1974. Dia menempuh pendidikan S1 di Universitas Diponegoro Semarang, dan Pascasarjana di Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.Karding memulai karier politiknya dari tingkat daerah. Karding terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah pada Pemilu 1999. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi E pada 1999-2001, Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng pada 2001-2003, hingga Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.
Sebagai salah satu politikus senior PKB, Karding yang dikenal aktif di parlemen dan organisasi kepartaian. Sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Karding pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VIII periode 2009-2012, Ketua Fraksi di MPR periode 2014-2017, Anggota Komisi VIII DPR RI periode 2019-2024.
Dia banyak ditempa melalui internal PKB dengan menduduki sejumlah posisi strategis. Karding pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah periode 2001-2006, serta Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014-2019.
Karding pun pernah menyabet beberapa penghargaan antara lain pertama Anugerah Tokoh Inspiratif versi Jawa Pos Radar Kedu Kategori Politisi Muda Pembaharu (2005), Tokoh DPR Berdedikasi 2017 dari majalah Men's Obsession (2018), serta masuk dalam 100 tokoh berpengaruh di Jawa Tengah (2019).