FPCI Gelar ASEAN for the Peoples Week, Paralel dengan KTT ke-48 di Filipina

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah

FPCI Gelar ASEAN for the Peoples Week, Paralel dengan KTT ke-48 di Filipina

Muhammad Reyhansyah • 24 April 2026 11:22

Jakarta: Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menjadi satu-satunya organisasi yang menyelenggarakan forum masyarakat sipil secara paralel dengan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, melalui program ASEAN for the Peoples Week 2026.

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal mengatakan, inisiatif tersebut merupakan upaya untuk menghidupkan konsep people-centered ASEAN yang selama ini dinilai belum berjalan optimal di tingkat masyarakat.

“ASEAN itu tidak hanya kerja sama antar elit, antar pemerintah, tapi juga harus dijiwai oleh masyarakatnya. ASEAN harus terasa dimiliki oleh rakyat ASEAN,” ujar Dino saat ditemui awak media usai diskusi publik bersama Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Kamis, 23 April 2026

Menurut Dino, meskipun konsep tersebut telah menjadi doktrin resmi ASEAN sejak sekitar 2015, keterhubungan antar masyarakat di kawasan masih terbatas.

“Realitanya masyarakat ASEAN belum banyak terkoneksi, belum saling mengenal, belum banyak bekerja sama. Karena itu FPCI mengambil inisiatif ini,” kata Dino.

Melalui ASEAN for the Peoples Week, FPCI menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara untuk mendorong pendekatan bottom-up dalam pembangunan komunitas ASEAN.

“Kalau konsep people-centered ASEAN tidak diisi oleh kegiatan masyarakat, maka akan lemah. Harus ada inisiatif dari bawah ke atas,” jelas Dino.

Dino menjelaskan, forum tersebut pertama kali digelar tahun lalu dan berhasil menghimpun ribuan peserta. Tahun ini, kegiatan kembali digelar di Cebu, beriringan dengan pelaksanaan KTT ASEAN.

Ia menegaskan bahwa kehadiran forum paralel ini menjadi penting untuk melengkapi diplomasi formal antar pemerintah yang selama ini cenderung bersifat top-down.

“Kami ingin menjadikan ini sebagai agenda tahunan. Di mana ada KTT ASEAN, di situ juga ada ASEAN for the Peoples Week,” kata Dino.

Menurut Dino, inisiatif ini masih bersifat eksperimental, namun dinilai memiliki momentum yang kuat dalam mendorong keterlibatan publik dalam proses regional.

“Ini masih eksperimen, tapi momentumnya bagus. Mudah-mudahan hasilnya juga positif bagi penguatan komunitas ASEAN ke depan,” pungkas Dino.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)