Ilustrasi Pexels
Wukuf Menguras Energi, Simak Tantangan dan Tips Persiapan Jemaah Haji
Muhamad Marup • 22 April 2026 16:00
Jakarta: Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual. Rangkaian aktivitasnya, terutama saat wukuf dan setelahnya, sangat menguras energi sehingga jemaah haji harus menyiapkan fisik dan mental.
Pakar Hukum Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Maesyaroh, mengatakan, jemaah haji harus lebih memperhatikan aktivitas ketika memasuki wukuf. Setelahnya, akan ada mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina.
"Selain itu, ada prosesi lempar jumrah yang dilakukan selama beberapa hari," ujar Maesyaroh, mengutip laman resmi UMY, Rabu, 22 April 2026.
Ia menilai, aktivitas ini tidak hanya butuh tenaga, tetapi juga kesiapan mental. Jemaah haji biasanya harus berjalan kaki berkilo-kilometer di tengah kerumunan yang padat dan dinamis.
"Tanpa persiapan yang matang, jemaah haji sangat rentan mengalami kelelahan kronis," jelasnya.
Tantangan fisik saat wukuf di Arafah
Maesyaroh menuturkan, saat wukuf akan ada jutaan orang berkumpul di satu lokasi dalam waktu lama. Berikut adalah gambaran tantangan fisik yang dihadapi jemaah haji:- Cuaca Panas: Jemaah haji harus bertahan di Arafah dari pagi hingga menjelang Magrib.
- Mobilitas Tinggi: Setelah Arafah, jemaah haji harus segera menuju Muzdalifah lalu ke Mina.
- Ruang Terbatas: Aktivitas dilakukan di tengah kepadatan manusia yang luar biasa.
Tips persiapan fisik
Maesyaroh menegaskan bahwa sebagian besar rukun haji harus dilaksanakan sendiri dan tidak dapat diwakilkan. Oleh karena itu, kesehatan fisik adalah bagian integral dari kesiapan ibadah haji secara keseluruhan.
Ilustrasi Pexels
Ia menyarankan para calon jemaah haji untuk melakukan persiapan sejak jauh hari, antara lain:
- Latihan Fisik: Mulai membiasakan diri berjalan kaki secara rutin.
- Pola Hidup Sehat: Menjaga asupan nutrisi dan istirahat yang cukup.
- Manasik Haji: Mengikuti bimbingan secara serius untuk memahami alur ibadah haji.