Hampir 4.500 Korban Banjir Nepal Masih Hilang, Keluarga Gelar Pemakaman Simbolis

Keluarga korban banjir Nepal menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat yang masih hilang. (Anadolu Agency)

Hampir 4.500 Korban Banjir Nepal Masih Hilang, Keluarga Gelar Pemakaman Simbolis

Willy Haryono • 2 September 2026 15:50

Kathmandu: Keluarga korban banjir bandang di Nepal menggelar pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang hingga kini masih dinyatakan hilang setelah bencana melanda wilayah Himalaya tersebut sepekan lalu.

Mengutip Channel News Asia, Rabu, 2 September 2026, upacara tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang belum ditemukan setelah gelombang besar air dingin bercampur bebatuan dan puing menerjang kawasan perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus.

Sepekan setelah bencana, tim tanggap darurat telah menemukan lebih dari 1.100 jenazah. Namun, hampir 4.500 orang masih dinyatakan hilang.

“Kami harus melakukan ini agar rohnya terbebas, sehingga ia dapat beristirahat dan merasa bahagia di mana pun berada,” ujar Dolma Newar Tamang dalam upacara pemakaman simbolis suaminya.

Sementara keluarga mulai menerima kenyataan pahit, tim penyelamat Nepal masih terus mencari korban yang hilang. Pencarian dilakukan antara lain dengan menggali endapan lumpur padat yang menimbun sejumlah terowongan pembangkit listrik tenaga air.

Sejauh ini, tim penyelamat baru menemukan sejumlah jenazah dari dalam terowongan. Operasi pencarian masih berlanjut dengan menggali, mengebor, hingga menggunakan bahan peledak untuk menembus timbunan puing.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan pemerintah masih berharap sebagian orang yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan hidup.

“Saat ini, saya tidak ingin sepenuhnya menyerah pada harapan,” kata Shisir.

Ratusan Jenazah Dimakamkan Massal

Besarnya jumlah korban membuat fasilitas kamar jenazah di Nepal tidak lagi mampu menampung seluruh jenazah yang ditemukan.

Pihak berwenang dilaporkan terpaksa memakamkan ratusan jenazah yang belum teridentifikasi setelah terlebih dahulu mengambil sampel DNA untuk keperluan identifikasi.

Nepal melaporkan 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih dinyatakan hilang. Di sisi China, sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dan 546 lainnya masih hilang.

Dengan demikian, total korban tewas yang dilaporkan di kedua negara mencapai 1.130 orang, sedangkan 4.462 orang masih dinyatakan hilang.

Lebih dari 800 warga negara asing dari lebih dari 30 negara masuk dalam daftar orang hilang. Sebanyak 583 orang tercatat hilang di Nepal dan 261 lainnya di China.

Mereka antara lain merupakan wisatawan yang datang untuk mendaki kawasan Himalaya serta peziarah Hindu yang melakukan perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet, yang dianggap sebagai gunung suci.

Dampak bencana juga dirasakan hingga India. Sedikitnya 17 jenazah dilaporkan telah ditemukan dari sungai-sungai di wilayah hilir.

Di tengah terus berlangsungnya pencarian, keluarga korban menghadapi ketidakpastian karena sebagian besar kerabat mereka belum ditemukan. Bagi sejumlah keluarga, pemakaman simbolis menjadi cara untuk memberikan penghormatan terakhir meski tanpa kehadiran jasad korban. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Korban Banjir Nepal-Tiongkok Capai 1.130 Jiwa, 4.500 Orang Masih Hilang

(Willy Haryono)